Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- سِخْرِيًّا (Sikhriyyan): Bahan ejekan, olok-olok, atau sasaran penghinaan.
- زَاغَتْ (Zaghat): Berpaling, menyimpang, atau tidak tepat melihat.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan perkataan para penghuni neraka yang dahulu di dunia adalah para pemimpin kaum musyrik yang sombong dan angkuh. Mereka berkata dengan penuh penyesalan dan kebingungan: "Mengapa kami tidak melihat bersama kami di dalam neraka orang-orang yang dahulu di dunia kami anggap sebagai orang-orang yang hina, rendah, dan kami jadikan bahan ejekan serta olok-olokan?"
Mereka pun bertanya-tanya dalam kebingungan: "Apakah ejekan dan hinaan kami terhadap mereka di dunia dahulu itu keliru? Apakah mereka ternyata bukan termasuk golongan yang sesat, sehingga mereka tidak pantas menerima azab seperti kami? Ataukah mereka sebenarnya ada bersama kami di dalam neraka ini, namun pandangan kami tidak mampu melihat mereka?"
Keadaan ini menunjukkan betapa dahsyatnya azab dan kepanikan yang mereka alami, sehingga mereka tidak mampu lagi mengenali orang-orang yang dahulu mereka rendahkan. Padahal, orang-orang mukmin yang mereka hina itu justru berada di tempat yang tinggi (surga), sementara mereka sendiri terjerumus ke dalam lembah kehinaan (neraka).
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku sekalian, ayat ini mengandung pelajaran yang sangat dalam bagi kita. Betapa banyak di antara manusia yang tertipu oleh kemuliaan dunia, lalu merendahkan orang-orang yang tampak sederhana namun mulia di sisi Allah. Orang-orang yang beriman, bertakwa, dan istiqamah di jalan Allah—meskipun mereka tidak memiliki harta, pangkat, atau ketenaran—mereka adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan di sisi-Nya.
Janganlah sekali-kali kita meremehkan seorang mukmin karena keadaannya yang tampak biasa. Boleh jadi orang yang kita anggap hina itu adalah wali Allah yang dicintai-Nya, dan kita sendiri yang jauh dari rahmat-Nya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Betapa banyak orang yang terlihat kusut, berdebu, dan terabaikan di pintu-pintu, namun jika ia bersumpah kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkan sumpahnya." (HR. Muslim)
Maka, mari kita jauhi sifat sombong dan merendahkan orang lain. Perbanyaklah introspeksi diri dan perbaiki hubungan kita dengan Allah. Sesungguhnya kemuliaan yang hakiki bukan diukur dari penampilan lahiriah, melainkan dari ketakwaan yang tersembunyi di dalam hati. Semoga Allah melindungi kita dari sifat-sifat penghuni neraka dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang rendah hati dan dicintai-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 61-65 — Sad
Terjemah — Sad 63
Surat Sad Ayat 63 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami…Surat Ayat 63/88 — Sad ص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Sad Dengarkan, Sad Terjemah, Sad mp3, Sad pdf. Ayat 61–65. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








