Terjemah — Tafsir
Makna Kata yang Perlu Dijelaskan:
- خَزَائِنُ (khazā'in): gudang-gudang penyimpanan atau perbendaharaan.
- الْعَزِيزِ (al-'Azīz): Yang Maha Perkasa, tidak ada yang mampu mengalahkan-Nya.
- الْوَهَّابِ (al-Wahhāb): Yang Maha Memberi, Yang melimpahkan karunia-Nya tanpa henti.
Tafsir Ayat:
Allah Ta'ala berfirman dengan gaya pertanyaan yang menegur kaum musyrik yang mengingkari kenabian dan risalah. Apakah mereka memiliki perbendaharaan rahmat Tuhanmu yang Maha Perkasa lagi Maha Memberi? Apakah mereka menguasai gudang-gudang karunia Allah sehingga mereka bisa menentukan siapa yang layak menerima kenabian dan siapa yang tidak?
Sungguh, ini adalah pertanyaan yang menunjukkan kebodohan dan keangkuhan mereka. Mereka yang lemah dan tidak memiliki apa-apa justru berani mengatur urusan Allah. Padahal, seluruh perbendaharaan langit dan bumi berada di tangan Allah semata. Dia-lah yang Maha Perkasa, tidak ada satu pun yang mampu menghalangi kehendak-Nya. Dia-lah yang Maha Memberi, melimpahkan karunia-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.
Kenabian dan risalah adalah bagian dari rahmat Allah yang paling agung. Allah memberikannya kepada orang yang paling tepat dan paling layak di antara hamba-hamba-Nya, yaitu mereka yang memiliki kesucian jiwa, kejujuran, dan kesiapan untuk memikul amanah besar ini. Tidak ada seorang pun yang dapat merebut atau menghalangi pemberian Allah ini, sebagaimana tidak ada seorang pun yang dapat memberikan atau menahannya tanpa izin Allah.
Renungan dan Hikmah:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga tentang adab seorang hamba di hadapan Rabb-nya. Betapa banyak di antara kita yang merasa berhak menentukan sesuatu padahal segala urusan sepenuhnya milik Allah. Kita sering lupa bahwa Allah-lah yang mengatur segalanya, memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dengan hikmah yang sempurna.
Ketika kita menyadari bahwa Allah adalah al-'Azīz (Maha Perkasa) dan al-Wahhāb (Maha Memberi), hati kita akan dipenuhi ketenangan. Kita tidak perlu iri terhadap karunia yang Allah berikan kepada orang lain, karena Allah lebih mengetahui di mana Dia meletakkan rahmat-Nya. Kita juga tidak perlu putus asa ketika doa kita belum terkabul, karena Allah memiliki perbendaharaan yang tidak pernah habis dan Dia memberikan pada waktu yang paling tepat menurut ilmu-Nya.
Marilah kita perbanyak memohon kepada Allah dengan menyebut nama-Nya yang agung ini: *Yā Wahhāb*, wahai Zat Yang Maha Memberi. Sungguh, tidak ada satu pintu pun yang tertutup bagi orang yang mengetuk pintu-Nya dengan penuh keyakinan. Allah mencintai hamba-Nya yang senantiasa berharap kepada rahmat-Nya dan tidak pernah berputus asa dari karunia-Nya.
Semoga Allah membukakan pintu-pintu rahmat-Nya untuk kita semua, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur atas segala nikmat yang telah Dia limpahkan. Aamiin.
📜 Ayat 7-11 — Sad
Terjemah — Sad 9
Surat Sad Ayat 9 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Maha…Surat Ayat 9/88 — Sad ص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Sad Dengarkan, Sad Terjemah, Sad mp3, Sad pdf. Ayat 7–11. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








