Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Kāsyifātu ḍurrihī: Yang dapat menghilangkan/menyingkap bahaya-Nya.
- Mumsikātu raḥmatihī: Yang dapat menahan rahmat-Nya.
- Ḥasbiyallāh: Cukuplah Allah bagiku (Yang mencukupi segala kebutuhanku).
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, jika engkau bertanya kepada orang-orang musyrik yang menyembah selain Allah itu, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Maka dengan spontan mereka akan menjawab, "Allah-lah yang menciptakan semuanya itu." Mereka mengakui dengan lisan mereka bahwa Allah adalah Pencipta alam semesta, karena bukti-buktinya begitu jelas dan tak terbantahkan. Namun ironisnya, mereka tetap saja menyembah berhala-berhala di samping Allah.
Maka Allah memerintahkan engkau untuk menyanggah mereka: "Katakanlah kepada mereka, 'Bagaimana pendapat kalian tentang sesembahan-sesembahan yang kalian seru selain Allah itu? Jika Allah menghendaki aku mendapat suatu bahaya atau musibah, mampukah mereka menghilangkan bahaya tersebut dariku? Atau jika Allah menghendaki aku mendapat rahmat dan nikmat, sanggupkah mereka menahan rahmat-Nya itu dariku?'" Tentu saja mereka tidak akan mampu berbuat apa-apa, karena berhala-berhala itu hanyalah benda mati yang tidak memiliki daya dan kekuatan sedikit pun.
Setelah Allah membuktikan kelemahan sesembahan-sesembahan palsu itu, Dia memerintahkan Rasul-Nya untuk menyatakan ketauhidan dan kepasrahan total: "Katakanlah, 'Cukuplah Allah bagiku. Hanya kepada-Nya-lah orang-orang yang bertawakal itu bersandar.'" Ini adalah pernyataan yang agung, bahwa seorang hamba yang benar-benar beriman tidak membutuhkan selain Allah. Dialah yang mencukupi segala urusan hamba-Nya, baik urusan dunia maupun akhirat. Orang-orang yang bertawakal dengan sebenar-benarnya hanya menggantungkan harapan kepada Allah semata, tidak kepada makhluk atau benda-benda yang tidak berguna.
Pesan Dakwah:
Ayat yang mulia ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: betapa besarnya kekuasaan Allah dan betapa lemahnya segala sesuatu selain Dia. Orang-orang musyrik saja mengakui Allah sebagai Pencipta, namun mereka masih menyekutukan-Nya dalam ibadah. Ini menunjukkan bahwa pengakuan lisan saja tidak cukup; harus dibuktikan dengan ketaatan dan ketauhidan dalam beribadah.
Marilah kita renungkan: jika Allah menghendaki kebaikan untuk kita, tidak ada satu pun makhluk yang dapat menghalanginya. Dan jika Allah menghendaki ujian untuk kita, tidak ada satu pun yang dapat menolaknya. Maka di mana pun kita berada, dalam keadaan apa pun, hendaklah kita selalu bertawakal kepada Allah. Dengan bertawakal, hati kita menjadi tenang, karena kita yakin bahwa Allah tidak akan pernah menelantarkan hamba-Nya yang berserah diri kepada-Nya. Sebagaimana firman-Nya, "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, hanya kepada-Nya aku bertawakal." (QS. At-Taubah: 129)
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertawakal dengan sebenar-benarnya, yang hanya menggantungkan segala urusan kepada-Nya, dan yang merasakan manisnya iman dalam hati. Aamiin.
📜 Ayat 36-40 — Az-Zumar
Terjemah — Az-Zumar 38
Surat Az-Zumar Ayat 38 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan…Surat Ayat 38/75 — Az-Zumar الزمر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Az-Zumar Dengarkan, Az-Zumar Terjemah, Az-Zumar mp3, Az-Zumar pdf. Ayat 36–40. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








