Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Afaghayrallahi (أَفَغَيْرَ اللَّهِ): Maka apakah selain Allah. Huruf *hamzah* di sini untuk istifham (pertanyaan) yang mengandung makna pengingkaran, dan *fa* untuk taqrir (menetapkan) atau 'athf pada kalimat sebelumnya.
- Ta'murunni (تَأْمُرُونِّي): Kalian menyuruhku. Asalnya *ta'murunanii*, kemudian nun diidghamkan ke dalam nun, sehingga menjadi *ta'murunni*.
- A'bud (أَعْبُدُ): Aku menyembah, beribadah, dan menghamba.
- Al-Jahilun (الْجَاهِلُونَ): Orang-orang yang bodoh, tidak mengetahui hakikat Allah dan keesaan-Nya, serta tidak mengetahui tempat kebenaran.
Tafsir Ayat:
Wahai Rasulullah, katakanlah kepada orang-orang musyrik Quraisy yang mengajakmu kembali kepada agama nenek moyang mereka dan menyembah berhala-berhala mereka: "Apakah kalian menyuruhku untuk menyembah selain Allah?! Sungguh, ini adalah perkataan yang sangat aneh dan tidak masuk akal. Kalian wahai orang-orang yang bodoh tentang Allah dan hakikat ketauhidan, tidak mengetahui bahwa hanya Allah sajalah yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Tidak ada satu pun makhluk yang pantas menerima ibadah, baik itu berhala, patung, malaikat, maupun manusia. Maka bagaimana mungkin kalian mengajakku kepada kesesatan yang nyata ini, sementara aku adalah seorang rasul yang diutus dengan membawa kebenaran dan petunjuk?"
Ayat ini turun ketika kaum musyrik Quraisy meminta Rasulullah ﷺ untuk kembali kepada agama nenek moyangnya dan menyembah berhala-berhala mereka. Maka Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk menjawab ajakan batil tersebut dengan jawaban yang tegas dan penuh pengingkaran. Ini menunjukkan betapa batilnya ajakan mereka, karena mengajak seorang nabi yang maksum untuk meninggalkan tauhid dan jatuh ke dalam kesyirikan adalah kebodohan yang sangat besar.
Pesan Dakwah:
Saudaraku kaum muslimin, perhatikanlah bagaimana Allah mengajarkan kepada Rasul-Nya untuk bersikap tegas dalam mempertahankan akidah tauhid. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua. Ketika ada ajakan untuk menyimpang dari ajaran Islam, baik itu ajakan syirik, bid'ah, maupun kemaksiatan, maka kita harus menjawabnya dengan tegas dan penuh keyakinan, sebagaimana Rasulullah ﷺ menjawab ajakan kaum musyrik.
Ketahuilah bahwa tauhid adalah kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dengan bertauhid, hati menjadi tenang, hidup menjadi terarah, dan amal menjadi diterima di sisi Allah. Maka janganlah sekali-kali kita tergoda oleh ajakan-ajakan yang merusak akidah, sekalipun datang dari orang terdekat sekalipun. Jadilah hamba yang teguh di atas kebenaran, karena kebenaran itu lebih mulia daripada mengikuti hawa nafsu dan tradisi nenek moyang yang batil.
Allah telah menegaskan dalam firman-Nya: *"Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus"* (QS. Al-Bayyinah: 5). Maka mari kita jadikan ayat ini sebagai motivasi untuk senantiasa menjaga kemurnian tauhid kita, dan menjauhi segala bentuk kesyirikan yang dapat merusak keislaman kita.
📜 Ayat 62-66 — Az-Zumar
Terjemah — Az-Zumar 64
Surat Az-Zumar Ayat 64 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai…Surat Ayat 64/75 — Az-Zumar الزمر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Az-Zumar Dengarkan, Az-Zumar Terjemah, Az-Zumar mp3, Az-Zumar pdf. Ayat 62–66. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








