Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- ذَٰلِكُمْ (Dzâlikum): Itu bagi kalian, yakni azab yang sedang mereka rasakan.
- كَفَرْتُمْ (Kafartum): Kalian mengingkari dan menolak.
- يُشْرَكْ بِهِ (Yusyrak bihî): Jika dipersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain dalam ibadah.
- تُؤْمِنُوا (Tu'minû): Kalian membenarkan dan mempercayai.
- الْعَلِيِّ (Al-'Aliyy): Yang Maha Tinggi, baik zat, kedudukan, maupun kekuasaan-Nya.
- الْكَبِيرِ (Al-Kabîr): Yang Maha Besar, segala sesuatu selain-Nya kecil dan hina di hadapan-Nya.
Tafsir Ayat:
Wahai orang-orang yang durhaka, azab yang kalian rasakan sekarang ini bukanlah sesuatu yang datang tanpa sebab. Ia adalah buah dari perbuatan kalian sendiri di dunia dahulu. Ketika kalian diseru untuk mengesakan Allah saja, untuk beribadah hanya kepada-Nya dan meninggalkan segala sesembahan selain Dia, kalian justru mengingkarinya dengan sombong. Kalian menolak kebenaran tauhid dan enggan tunduk kepada-Nya.
Akan tetapi, anehnya, ketika Allah dipersekutukan dengan berhala-berhala atau sesembahan-sesembahan lain yang tidak memberi manfaat dan mudarat, kalian malah mempercayainya dan mengikutinya dengan patuh. Kalian rela menyembah batu, patung, atau makhluk lain yang tidak kuasa menolak bahaya maupun mendatangkan kebaikan bagi diri mereka sendiri. Sungguh, ini adalah kebodohan dan kesesatan yang nyata.
Maka pada hari ini, keputusan sepenuhnya berada di tangan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Dialah yang berhak menghukum kalian dan mengekalkan kalian di dalam neraka. Tidak ada seorang pun yang dapat menolak keputusan-Nya atau memberi syafaat tanpa izin-Nya. Keadilan-Nya sempurna, dan kebijaksanaan-Nya tidak pernah keliru. Tidak ada sesembahan yang benar selain Dia, dan tidak ada yang lebih agung daripada kebesaran-Nya.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga. Betapa banyak di antara kita yang ketika mendengar seruan tauhid—seruan untuk kembali kepada Allah saja—merasa berat dan enggan. Namun, ketika ada ajakan kepada kemusyrikan, kesyirikan, atau bahkan kepada hal-hal yang melalaikan dari Allah, kita justru mudah sekali menerimanya. Na'udzubillah.
Marilah kita renungkan: mengapa kita begitu mudah percaya kepada hal-hal yang tidak pasti, tetapi sulit mempercayai janji Allah yang Maha Benar? Mengapa kita begitu cepat mengikuti hawa nafsu dan bisikan setan, tetapi lambat dalam merespons panggilan Ilahi?
Ketahuilah, kebahagiaan sejati hanya akan kita raih ketika hati kita bersih dari segala bentuk kesyirikan. Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar tidak membutuhkan sekutu dalam kerajaan-Nya. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan kepada-Nya lah semua urusan kembali. Maka, jadikanlah tauhid sebagai pondasi hidup kita. Ikhaskanlah ibadah hanya kepada-Nya, niscaya hati kita akan tenang, hidup kita akan diberkahi, dan akhirat kita akan dipenuhi cahaya kebahagiaan. Semoga Allah memudahkan kita untuk senantiasa berada di atas jalan yang lurus ini. Aamiin.
📜 Ayat 10-14 — Gafir
Terjemah — Gafir 12
Surat Gafir Ayat 12 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja…Surat Ayat 12/85 — Gafir غافر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Gafir Dengarkan, Gafir Terjemah, Gafir mp3, Gafir pdf. Ayat 10–14. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








