Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Fakhtulifa fīh: Maka mereka berselisih tentangnya (Kitab Taurat); sebagian beriman dan sebagian mengingkarinya.
- Kalimatun sabaqat: Suatu ketetapan yang telah terdahulu dari Allah, yaitu penundaan keputusan hingga hari kiamat.
- Laquḍiya baynahum: Pasti telah diputuskan perkara di antara mereka dengan menyegerakan azab bagi yang ingkar.
- Syakkin murīb: Keraguan yang menimbulkan kegelisahan dan kecurigaan yang mendalam.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya melalui kisah Nabi Musa 'alaihissalam. Sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa kitab Taurat sebagai petunjuk bagi Bani Israil, sebagaimana Kami memberikan kepadamu Al-Qur'an. Namun, sebagaimana kaummu berselisih tentang Al-Qur'an, Bani Israil pun berselisih tentang Taurat. Di antara mereka ada yang beriman dengan sebenar-benarnya iman, dan ada pula yang mendustakan serta mengingkari ayat-ayat Allah.
Jika bukan karena ketetapan Allah yang telah terdahulu, yaitu keputusan untuk menangguhkan hukuman dan mengakhirkan peradilan hingga hari kiamat, niscaya Allah akan memutuskan perkara di antara mereka dengan segera di dunia—membinasakan orang-orang yang mendustakan dan memenangkan orang-orang yang beriman. Namun, Allah dengan hikmah-Nya yang agung menunda keputusan itu hingga hari perhitungan, di mana setiap jiwa akan menerima balasan yang setimpal.
Sungguh, orang-orang musyrik itu benar-benar berada dalam keraguan yang sangat mencemaskan tentang Al-Qur'an dan tentang kebenaran risalah yang engkau bawa. Keraguan mereka bukan sekadar kebimbangan biasa, tetapi keraguan yang meresahkan hati dan menjauhkan mereka dari petunjuk.
Renungan dan Pelajaran:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah bagaimana Allah menghibur hati Nabi-Nya dengan kisah para nabi terdahulu. Ujian yang engkau hadapi, wahai Rasulullah, bukanlah sesuatu yang baru. Para nabi sebelummu pun menghadapi penolakan dan perselisihan dari kaumnya. Namun, Allah senantiasa bersama hamba-hamba-Nya yang sabar.
Ketahuilah bahwa perselisihan manusia tentang kebenaran bukanlah perkara yang asing. Sejak dahulu, setiap kali Allah mengutus seorang rasul dengan kitab suci, selalu ada yang beriman dan ada yang mengingkari. Namun, Allah tidak pernah membiarkan hamba-hamba-Nya yang beriman tanpa pertolongan. Hari kiamat adalah hari di mana segala perselisihan akan diselesaikan dengan keadilan yang sempurna.
Maka, janganlah hatimu gundah melihat orang-orang yang meragukan Al-Qur'an. Keraguan mereka itu sebenarnya adalah ujian bagi mereka sendiri, dan Al-Qur'an tetap menjadi cahaya petunjuk bagi siapa saja yang membuka hatinya. Sesungguhnya Al-Qur'an adalah kitab yang mulia, tidak ada kebatilan yang dapat menyusup ke dalamnya, baik dari depan maupun dari belakang. Ia adalah firman Allah yang diturunkan dengan hikmah dan penuh kebenaran.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai penguat iman. Ketika kita melihat orang-orang yang ragu dan berpaling dari kebenaran, janganlah kita ikut goyah. Sebaliknya, kita perkuat keyakinan kita bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, dan Dia akan memberikan keputusan yang adil pada hari ketika tidak ada lagi keraguan. Berbahagialah orang-orang yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan menjadikannya pedoman hidup, karena mereka akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
📜 Ayat 43-47 — Fussilat
Terjemah — Fussilat 45
Surat Fussilat Ayat 45 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Taurat lalu diperselisihkan…Surat Ayat 45/54 — Fussilat فصلت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Fussilat Dengarkan, Fussilat Terjemah, Fussilat mp3, Fussilat pdf. Ayat 43–47. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








