Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- يُحَاجُّونَ: berdebat, berbantah, atau berargumentasi.
- اسْتُجِيبَ لَهُ: telah diterima (seruannya) dan dipenuhi (ajakannya), yaitu ketika manusia berbondong-bondong masuk Islam.
- دَاحِضَةٌ: batal, sia-sia, tidak berbekas, dan tidak memiliki dasar kebenaran.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku seiman, ayat yang mulia ini berbicara tentang sekelompok orang yang sangat disayangkan, yaitu mereka yang terus-menerus berdebat dan membantah tentang agama Allah setelah dakwah Rasulullah ﷺ diterima oleh banyak manusia dan mereka berbondong-bondong masuk ke dalam Islam. Padahal kebenaran sudah begitu jelas dan nyata, namun mereka tetap bersikeras untuk membantah dan meragukannya.
Perhatikanlah, ketika kebenaran telah tampak dan manusia telah menyambutnya dengan iman, masih ada saja pihak-pihak yang mencoba menggoyahkan dengan argumentasi-argumentasi kosong dan alasan-alasan yang tidak berdasar. Mereka berdebat bukan untuk mencari kebenaran, tetapi untuk memadamkan cahaya Allah yang telah menyinari hati para mukminin.
Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan tegas menyatakan bahwa hujjah atau argumentasi mereka itu dāhiḍah — batal dan sia-sia di sisi Allah. Artinya, segala dalih dan pembelaan mereka tidak akan pernah bisa menggugurkan kebenaran, tidak akan diterima oleh Allah, dan juga tidak akan berpengaruh di hadapan orang-orang beriman yang telah dianugerahi bashirah (pandangan hati yang jernih).
Lebih dari itu, mereka tidak hanya gagal dalam perdebatan, tetapi mereka juga menanggung akibat yang sangat berat: kemurkaan Allah menimpa mereka karena keingkaran dan penolakan mereka terhadap kebenaran yang telah jelas, dan di akhirat kelak mereka akan mendapatkan azab yang sangat pedih, yaitu siksa neraka yang tidak pernah terbayangkan dahsyatnya.
Renungan dan Pelajaran Berharga:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kepada kita beberapa hal yang sangat penting:
- Kebenaran itu tidak butuh perdebatan yang panjang. Ketika kebenaran telah nyata dan diterima oleh hati yang bersih, maka perdebatan yang dilakukan hanya untuk menolak kebenaran adalah perbuatan yang sia-sia dan justru mendatangkan murka Allah.
- Hati-hatilah dari sifat membantah yang tercela. Berdebat dalam kebaikan untuk mencari kebenaran adalah hal yang terpuji, tetapi berdebat untuk menolak kebenaran dan memadamkan hidayah adalah perbuatan yang sangat dibenci Allah. Mari kita jauhi sikap ini dan senantiasa membuka hati terhadap setiap kebenaran yang datang dari Allah dan Rasul-Nya.
- Bersyukurlah atas nikmat iman. Ketika Allah telah membuka hati kita untuk menerima Islam, itu adalah nikmat terbesar yang tidak ternilai harganya. Maka jagalah nikmat ini dengan terus menuntut ilmu, memperbanyak amal saleh, dan menjauhi segala bentuk perdebatan yang tidak bermanfaat.
- Jangan pernah iri dengan mereka yang menolak kebenaran. Mereka mungkin terlihat hebat dengan argumentasi mereka di dunia, tetapi di sisi Allah, hujjah mereka hanyalah debu yang beterbangan. Yang terpenting adalah bagaimana kedudukan kita di sisi Allah, bukan di mata manusia.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa meneguhkan hati kita di atas kebenaran, menjauhkan kita dari sifat membantah yang tercela, dan mengumpulkan kita bersama orang-orang yang beriman di surga-Nya yang penuh kenikmatan. Aamiin.
📜 Ayat 14-18 — Asy-Syura
Terjemah — Asy-Syura 16
Surat Asy-Syura Ayat 16 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima…Surat Ayat 16/53 — Asy-Syura الشورى (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syura Dengarkan, Asy-Syura Terjemah, Asy-Syura mp3, Asy-Syura pdf. Ayat 14–18. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








