Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Fa'tū (فَأْتُوا): Datangkanlah atau hadirkanlah.
- Bi ābā'inā (بِآبَائِنَا): Nenek moyang kami atau bapak-bapak kami yang telah meninggal dunia.
- In kuntum ṣādiqīn (إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ): Jika kalian benar-benar orang-orang yang jujur dalam pengakuan dan klaim kalian.
Tafsir:
Ayat ini melanjutkan perkataan orang-orang musyrik yang mengingkari hari kebangkitan. Mereka berkata kepada Nabi Muhammad ﷺ dan para pengikutnya dengan nada menantang dan penuh ejekan: "Datangkanlah kepada kami bapak-bapak kami yang telah mati dan terkubur, hidup kembali di hadapan kami, jika kalian benar-benar jujur dalam klaim kalian bahwa Allah akan membangkitkan orang-orang yang ada di dalam kubur untuk dihisab dan diberi balasan."
Mereka menuntut bukti yang mustahil menurut akal mereka yang terbatas, padahal mereka sendiri tidak pernah menyaksikan bagaimana Allah menciptakan mereka pertama kali. Mereka mengira bahwa kebangkitan itu sesuatu yang mustahil, padahal Allah yang menciptakan manusia dari tiada, tentu Maha Kuasa pula untuk menghidupkan kembali setelah mati.
Tantangan ini justru menunjukkan kebodohan mereka, karena mereka meminta hal yang bukan merupakan tugas seorang rasul. Tugas seorang rasul hanyalah menyampaikan peringatan dan kabar gembira, bukan mendatangkan orang mati secara seketika. Allah telah memberikan banyak bukti kekuasaan-Nya melalui mukjizat para nabi dan tanda-tanda kebesaran-Nya di alam semesta, namun hati mereka telah tertutup dari kebenaran.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita tentang pentingnya keimanan kepada hari akhir dengan keyakinan yang mantap. Orang-orang yang ingkar selalu mencari-cari alasan dan dalih untuk menolak kebenaran, bahkan sampai meminta hal-hal yang di luar kewajaran. Padahal, keimanan kepada hari kebangkitan adalah bagian dari rukun iman yang wajib kita yakini dengan sepenuh hati.
Renungkanlah wahai saudaraku, betapa mudahnya Allah menciptakan langit dan bumi, menurunkan hujan dari awan, dan menumbuhkan tanaman yang subur. Apakah Allah yang Maha Kuasa atas semua itu akan lemah untuk menghidupkan kembali manusia yang telah mati? Sungguh, kematian hanyalah perpindahan dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat yang kekal. Di sana, setiap amal perbuatan akan ditimbang dengan adil.
Maka marilah kita persiapkan diri kita dengan amal saleh, perbanyak istighfar dan taubat, serta tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah. Janganlah kita termasuk golongan yang memperolok-olok ayat-ayat Allah, karena sungguh hari kebangkitan itu pasti terjadi, dan tidak ada seorang pun yang dapat menghindar darinya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa, serta dikumpulkan di akhirat kelak bersama para nabi dan orang-orang saleh. Aamiin.
📜 Ayat 34-38 — Ad-Dukhan
Terjemah — Ad-Dukhan 36
Surat Ad-Dukhan Ayat 36 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : maka datangkanlah (kembali) bapak-bapak kami jika kamu memang orang-orang yang…Surat Ayat 36/59 — Ad-Dukhan الدخان (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ad-Dukhan Dengarkan, Ad-Dukhan Terjemah, Ad-Dukhan mp3, Ad-Dukhan pdf. Ayat 34–38. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








