Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Tubba': Seorang raja dari kerajaan Himyar di Yaman yang terkenal dengan kekuatan dan kekuasaannya. Kaumnya dikenal sangat kuat dan perkasa.
- Mujrimin: Orang-orang yang berbuat dosa besar, yaitu kekufuran dan kemusyrikan kepada Allah.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia, renungkanlah! Apakah orang-orang musyrik Quraisy yang mendustakan Rasulullah itu lebih kuat dan lebih hebat daripada kaum Tubba' dan umat-umat sebelum mereka yang telah Allah binasakan? Padahal kaum Tubba' dan umat-umat terdahulu memiliki kekuatan, kekuasaan, dan peradaban yang jauh lebih besar daripada kaum Quraisy. Mereka memiliki bangunan-bangunan megah, pasukan yang kuat, dan harta yang melimpah. Namun, ketika mereka berbuat kezaliman dan kekufuran kepada Allah, maka Allah membinasakan mereka seluruhnya. Mereka tidak mampu melepaskan diri dari azab Allah sedikit pun.
Allah mengingatkan kita bahwa kehancuran mereka bukanlah karena kebetulan, melainkan karena mereka adalah orang-orang yang terus-menerus berbuat dosa dan kejahatan, terutama dosa terbesar yaitu menyekutukan Allah dan mendustakan para rasul-Nya. Jika Allah membinasakan umat-umat yang jauh lebih kuat dari mereka, maka sudah pasti Allah mampu membinasakan orang-orang musyrik Quraisy yang jauh lebih lemah. Ini adalah peringatan yang sangat tegas sekaligus pelajaran berharga bagi kita semua.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita tentang kekuasaan Allah yang mutlak. Tidak ada satu pun makhluk di muka bumi ini yang mampu menandingi kekuatan dan kekuasaan Allah. Sehebat apa pun manusia, sekuat apa pun kerajaan, dan sebesar apa pun peradaban yang mereka bangun, semuanya akan hancur berantakan ketika Allah menghendaki kehancuran mereka.
Marilah kita jadikan kisah-kisah umat terdahulu sebagai pelajaran berharga. Janganlah kita tertipu oleh kekuatan, harta, dan kedudukan yang kita miliki. Sesungguhnya semua itu hanyalah titipan Allah yang suatu saat akan diambil kembali. Yang paling penting adalah bagaimana kita menggunakan nikmat-nikmat tersebut untuk taat kepada Allah, bukan untuk bermaksiat kepada-Nya.
Betapa indahnya jika kita menjadi hamba yang selalu bersyukur, tunduk, dan patuh kepada Allah. Dengan keimanan dan ketakwaan, Allah akan menjaga kita, melindungi kita, dan memberikan kita keamanan serta ketenteraman di dunia maupun di akhirat. Jangan sampai kita meniru perilaku kaum-kaum yang durhaka yang akhirnya binasa karena keangkuhan dan kekufuran mereka. Semoga Allah senantiasa membimbing kita ke jalan yang lurus dan menjauhkan kita dari azab-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 35-39 — Ad-Dukhan
Terjemah — Ad-Dukhan 37
Surat Ad-Dukhan Ayat 37 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Apakah mereka (kaum musyrikin) yang lebih baik ataukah kaum Tubba'…Surat Ayat 37/59 — Ad-Dukhan الدخان (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ad-Dukhan Dengarkan, Ad-Dukhan Terjemah, Ad-Dukhan mp3, Ad-Dukhan pdf. Ayat 35–39. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








