Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- Mītsāqahum: Perjanjian yang kuat dan mengikat yang diambil dari mereka.
- Fanasū: Mereka meninggalkan dan melalaikan.
- Ḥaẓẓan: Bagian atau bahagian.
- Fa'aghrainā: Kami bangkitkan dan timbulkan.
- Al-'Adāwah wal-Baghḍā': Permusuhan dan kebencian yang mendalam.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitakan tentang sekelompok orang yang mengaku sebagai pengikut Nabi Isa 'alaihis salam, yaitu kaum Nasrani. Mereka menamakan diri mereka "Anshar" (penolong) Allah, namun pengakuan itu hanyalah klaim belaka tanpa pembuktian yang benar. Allah telah mengambil perjanjian yang kuat dari mereka, sebagaimana Dia mengambil perjanjian dari Bani Israil sebelumnya, agar mereka beriman kepada Allah semata, mengikuti rasul-rasul-Nya, dan menolong agama-Nya.
Namun, mereka melalaikan dan meninggalkan sebagian dari apa yang telah diperingatkan kepada mereka. Mereka tidak mengamalkan ajaran-ajaran yang telah disampaikan, bahkan mereka mengubah dan menyelewengkan agama mereka. Mereka meninggalkan petunjuk yang telah datang kepada mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Yahudi sebelumnya.
Akibat dari pengkhianatan mereka terhadap perjanjian itu, Allah membangkitkan di antara mereka permusuhan dan kebencian yang berkobar-kobar hingga hari kiamat. Maka jadilah mereka berpecah-belah, saling bermusuhan, saling mengkafirkan satu sama lain, dan saling memerangi. Sejarah mencatat bagaimana sekte-sekte Nasrani saling bertikai dalam masalah keyakinan, bahkan sebagian mereka saling menghalalkan darah dan harta yang lain.
Dan pada hari kiamat kelak, Allah akan memberitahukan kepada mereka segala apa yang telah mereka perbuat di dunia, serta membalas mereka dengan balasan yang setimpal. Ini merupakan ancaman dan peringatan keras dari Allah bagi siapa saja yang menyimpang dari jalan-Nya.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa pentingnya menepati janji dan perjanjian dengan Allah. Allah telah mengambil perjanjian dari setiap hamba-Nya untuk beribadah hanya kepada-Nya dan mengikuti para rasul-Nya. Barangsiapa yang menepati janji tersebut, maka baginya kebahagiaan di dunia dan akhirat. Namun barangsiapa yang mengkhianatinya, maka ia akan menuai akibatnya, baik di dunia berupa perpecahan dan permusuhan, maupun di akhirat berupa azab yang pedih.
Kita patut bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kita nikmat Islam dan sunnah. Kita berada di atas jalan yang lurus, tidak terpecah-belah seperti umat-umat sebelumnya. Maka jagalah persatuan dan kesatuan umat, jauhi perpecahan dan permusuhan, karena hal itu adalah sebab kehancuran dan kelemahan. Marilah kita senantiasa berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah, karena di situlah letak kemuliaan dan kemenangan kita.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang menepati janji dan menjauhi segala larangan-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 12-16 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 14
Surat Al-Maidah Ayat 14 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan diantara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani",…Surat Ayat 14/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 12–16. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








