Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الْيَهُودَ: kaum Yahudi, yaitu pengikut agama Yahudi.
- وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا: orang-orang musyrik, yaitu mereka yang menyekutukan Allah dengan berhala dan sesembahan lainnya.
- قِسِّيسِينَ: para ulama dan ahli agama di kalangan Nasrani.
- رُهْبَانًا: para rahib, yaitu orang-orang yang tekun beribadah dan mengasingkan diri untuk beribadah.
- لَا يَسْتَكْبِرُونَ: tidak sombong, tidak angkuh, dan tidak merasa besar diri.
Tafsir Ayat:
Wahai Rasulullah, sungguh engkau akan mendapati manusia yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman kepadamu dan mengikuti petunjukmu adalah kaum Yahudi dan orang-orang musyrik. Kaum Yahudi memusuhi kaum mukminin karena kedengkian, kebencian, dan kesombongan mereka yang sudah mendarah daging, serta karena mereka selalu membantah kebenaran dan meremehkannya. Adapun orang-orang musyrik—seperti penyembah berhala dari kalangan Arab dan lainnya—mereka juga sangat keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman karena fanatisme buta dan keengganan mereka meninggalkan tradisi nenek moyang.
Dan sungguh engkau akan mendapati manusia yang paling dekat kasih sayangnya kepada orang-orang beriman adalah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya kami adalah pengikut Nabi Isa—kaum Nasrani." Kedekatan kasih sayang mereka itu bukanlah tanpa alasan, melainkan karena di antara mereka terdapat para ulama yang berilmu, para rahib yang tekun beribadah, dan mereka adalah orang-orang yang rendah hati, tidak menyombongkan diri dalam menerima kebenaran. Sifat tawadhu' dan kelembutan hati mereka menjadikan kebenaran mudah masuk ke dalam jiwa mereka. Di antara mereka ada yang kemudian beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ dan membenarkan risalahnya, seperti Raja Najasyi dan para pengikutnya yang tulus.
Renungan dan Hikmah:
Ayat yang mulia ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran berharga: bahwa permusuhan dan persahabatan itu tidak diukur dari label atau identitas semata, melainkan dari sikap hati dan perilaku. Kaum Yahudi dan orang-orang musyrik memusuhi kebenaran karena kesombongan dan keangkuhan mereka. Sebaliknya, sebagian kaum Nasrani yang jujur dan rendah hati justru lebih dekat kepada kaum mukminin karena hati mereka terbuka untuk menerima kebenaran.
Sungguh, sifat tawadhu' (rendah hati) adalah kunci hidayah. Barangsiapa merendahkan dirinya di hadapan kebenaran, niscaya Allah akan meninggikan derajatnya dan membukakan pintu petunjuk baginya. Sebaliknya, kesombongan adalah penghalang terbesar antara seorang hamba dan hidayah Allah. Maka jadilah hamba yang rendah hati, lapang dada, dan selalu haus akan kebenaran. Karena kebenaran itu milik Allah, dan Dia akan menuntun siapa saja yang ikhlas mencarinya kepada cahaya petunjuk-Nya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang tawadhu', mencintai kebenaran, dan dicintai oleh para kekasih-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 80-84 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 82
Surat Al-Maidah Ayat 82 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang…Surat Ayat 82/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 80–84. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








