Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ: Melimpah dan bercucuran air mata.
- مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ: Disebabkan mereka mengetahui kebenaran (bahwa Al-Qur'an itu benar dari Allah).
- الشَّاهِدِينَ: Orang-orang yang menjadi saksi, yaitu umat Nabi Muhammad ﷺ yang akan menjadi saksi atas umat-umat terdahulu pada hari kiamat.
Tafsir Ayat:
Di antara bukti dekatnya hati mereka kepada kebenaran, Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkan keadaan sekelompok orang yang mulia—yaitu para sahabat Nabi dari kalangan Nasrani, seperti Raja Najasyi dan rombongannya—ketika mereka mendengar ayat-ayat Al-Qur'an yang diturunkan kepada Rasulullah ﷺ. Air mata mereka bercucuran dengan derasnya, bukan karena kepura-puraan, melainkan karena hati mereka yang jernih telah mengenali kebenaran. Mereka merasakan keagungan firman Allah yang sejalan dengan apa yang mereka ketahui dari kitab-kitab suci sebelumnya, terutama tentang kabar gembira kedatangan Nabi Muhammad ﷺ.
Mereka pun berseru dengan penuh keikhlasan dan ketundukan: *"Wahai Tuhan kami, kami telah beriman kepada-Mu dan kepada apa yang Engkau turunkan kepada Rasul-Mu. Maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi"*—yaitu umat Nabi Muhammad ﷺ yang akan menjadi saksi atas seluruh umat manusia pada hari kiamat kelak.
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa hati yang bersih dan jujur akan mudah menerima kebenaran, di mana pun ia berada. Mereka tidak menghalangi diri mereka dengan kesombongan atau fanatisme buta, sehingga ketika kebenaran datang, hati mereka terbuka dan air mata mereka mengalir sebagai tanda kelembutan jiwa dan kedalaman iman.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua. Lihatlah bagaimana orang-orang yang sebelumnya berada di luar Islam, justru hatinya begitu mudah tersentuh oleh Al-Qur'an. Mereka menangis bukan karena paksaan, tetapi karena cahaya iman telah menerangi relung hati mereka. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat yang abadi—setiap hati yang bersih akan selalu tersentuh oleh keindahan dan kebenarannya.
Maka, mari kita renungkan: bagaimana dengan hati kita yang telah mengaku beriman? Apakah kita masih merasakan getaran ketika mendengar ayat-ayat Allah? Apakah air mata kita mengalir ketika merenungkan kebesaran-Nya? Jika belum, mari kita bersihkan hati kita dari dosa dan kesibukan dunia yang melalaikan, agar Al-Qur'an kembali hidup di dalam dada kita.
Dan yang lebih indah lagi, doa mereka yang tulus itu—*"Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama para saksi"*—adalah doa yang juga bisa kita panjatkan. Betapa mulianya menjadi bagian dari umat Nabi Muhammad ﷺ yang akan menjadi saksi atas kebenaran di hadapan seluruh umat manusia pada hari kiamat. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menganugerahkan kepada kita hati yang lembut, iman yang teguh, dan kedudukan yang mulia bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Aamiin.
📜 Ayat 81-85 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 83
Surat Al-Maidah Ayat 83 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad),…Surat Ayat 83/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 81–85. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








