Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- وَمَا لَنَا : Dan mengapa kami (tidak beriman)? Ini adalah ungkapan pertanyaan retoris yang menunjukkan keheranan dan pengingkaran terhadap diri sendiri.
- نَطْمَعُ : Kami berharap dan sangat menginginkan (dengan penuh harap dan optimisme).
- الْقَوْمِ الصَّالِحِينَ : Orang-orang yang saleh, yaitu golongan yang taat kepada Allah, para nabi, dan pengikut-pengikut mereka yang berbuat kebaikan.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini mengabadikan perkataan sekelompok orang yang beriman dari kalangan Nasrani (yang kemudian masuk Islam), sebagai jawaban atas celaan dan ejekan dari kaum Yahudi yang mencela keimanan mereka. Mereka berkata dengan penuh keyakinan dan semangat: "Mengapa kami tidak beriman kepada Allah, padahal bukti-bukti kebenaran telah begitu jelas di hadapan kami? Dan mengapa kami tidak membenarkan kebenaran (Al-Qur'an) yang telah datang kepada kami melalui Nabi Muhammad ﷺ, padahal kami telah mengenali tanda-tandanya dari kitab-kitab kami?"
Mereka melanjutkan dengan penuh harap: "Kami sangat berharap dan berambisi agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam surga-Nya bersama orang-orang yang saleh, yaitu golongan para nabi dan orang-orang yang taat yang telah mendahului kami dalam kebaikan." Ungkapan ini menunjukkan bahwa keimanan mereka lahir dari kesadaran yang mendalam, bukan karena ikut-ikutan atau tekanan, melainkan karena hati mereka telah terbuka menerima kebenaran yang nyata.
Kata "نَطْمَعُ" (kami berharap) mengandung makna bahwa mereka tidak merasa sombong dengan amal mereka, tetapi mereka menggantungkan diri pada rahmat dan karunia Allah. Ini adalah pelajaran berharga bahwa seorang mukmin sejati adalah yang beramal dengan sungguh-sungguh, namun hatinya tetap rendah hati dan berharap kepada rahmat Allah.
Pesan Dakwah dan Pelajaran Berharga:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah teladan indah tentang keberanian menyatakan keimanan. Mereka tidak malu atau takut ketika dicela oleh orang-orang yang menentang kebenaran. Justru mereka menjawab dengan tegas dan penuh keyakinan: "Mengapa kami tidak beriman kepada Allah?" Seakan-akan mereka berkata: "Tidak ada alasan sama sekali bagi kami untuk menolak kebenaran yang telah jelas."
Renungkanlah wahai saudaraku, keimanan itu adalah nikmat terbesar yang Allah karuniakan kepada hamba-Nya. Ketika seseorang telah merasakan manisnya iman, maka tidak ada celaan, ejekan, atau hinaan dari siapa pun yang mampu menggoyahkan keyakinannya. Mereka yang beriman dengan benar akan selalu optimis akan rahmat Allah, dan berharap ditempatkan bersama orang-orang saleh di surga-Nya yang kekal.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai motivasi untuk memperkuat keimanan kita, berani membela kebenaran, dan selalu berharap kepada rahmat Allah. Janganlah kita ragu atau malu untuk menyatakan keislaman kita, karena kebenaran itu pasti akan menang. Dan janganlah kita berputus asa dari rahmat Allah, karena harapan untuk masuk surga bersama orang-orang saleh adalah harapan yang mulia yang diajarkan oleh Al-Qur'an kepada kita semua. Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang saleh dan beriman. Aamiin.
📜 Ayat 82-86 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 84
Surat Al-Maidah Ayat 84 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran…Surat Ayat 84/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 82–86. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








