Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Fa'atsābahum = Maka Allah memberi pahala/ganjaran kepada mereka.
- Jannāt = Surga-surga (taman-taman yang penuh kenikmatan).
- Tajrī min tahtihā al-anhār = Mengalir di bawahnya sungai-sungai.
- Khālidīna fīhā = Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
- Jazā' al-muhsinīn = Balasan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan (ihsan).
Tafsir Ayat:
Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan doa dan permohonan orang-orang Nasrani yang beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ—yaitu ketika mereka mendengar Al-Qur'an, hati mereka luluh, air mata mereka mengalir, dan mereka berkata, "Kami beriman kepada Allah dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang Muslim"—maka ayat ini menjelaskan balasan agung yang Allah siapkan untuk mereka.
Allah ﷻ membalas mereka atas ucapan mereka yang penuh keimanan dan ketulusan itu dengan surga-surga yang mengalir di bawah istana-istana dan pepohonannya sungai-sungai yang jernih dan menyejukkan. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, tidak akan keluar darinya dan tidak akan dipindahkan ke tempat lain. Itulah balasan bagi orang-orang yang berbuat ihsan—yakni mereka yang ikhlas dalam beramal, jujur dalam beriman, dan mengikuti kebenaran dengan sepenuh hati tanpa ragu dan tanpa syarat.
Perhatikanlah keindahan ayat ini! Allah tidak hanya menyebut "pahala", tetapi Dia menyebut "atsāba" (memberi pahala) yang menunjukkan bahwa balasan itu pasti dan sempurna. Allah juga tidak menyebut surga secara umum, tetapi menjelaskan bahwa di dalamnya ada sungai-sungai yang mengalir—ini adalah gambaran kenikmatan yang hidup, segar, dan abadi. Dan yang lebih indah lagi, Allah mengaitkan balasan ini dengan sifat "al-muhsinīn"—orang-orang yang berbuat baik—bukan sekadar "orang-orang yang beriman". Ini mengajarkan kita bahwa keimanan harus dibuktikan dengan kebaikan dalam perkataan dan perbuatan.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah bagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala menghargai sekecil apa pun kebaikan hamba-Nya. Mereka yang tadinya berada dalam kesesatan, ketika hati mereka terbuka menerima kebenaran dan mereka mengucapkan kalimat iman dengan tulus, Allah langsung membalas mereka dengan surga yang penuh kenikmatan. Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat dan kasih sayang Allah.
Ayat ini juga mengajarkan kita bahwa hidayah itu milik Allah—Dia memberikannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki, tanpa memandang suku, bangsa, atau latar belakang. Maka janganlah pernah merasa sombong dengan keimanan kita, dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah bagi siapa pun yang belum mendapat hidayah. Teruslah berdoa dan berusaha menyampaikan kebenaran dengan hikmah dan kelembutan, karena bisa jadi orang yang kita dakwahi akan menjadi lebih baik dari kita di sisi Allah.
Marilah kita berusaha menjadi hamba-hamba yang muhsin—yang berbuat baik dalam segala hal: baik dalam ibadah kepada Allah, baik dalam muamalah dengan sesama, dan baik dalam perkataan maupun perbuatan. Karena balasan Allah bagi orang-orang yang berbuat baik tidak pernah sia-sia. Sungguh, surga dengan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya adalah janji yang pasti bagi mereka yang beriman dan berbuat ihsan. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan mereka. Aamiin.
📜 Ayat 83-87 — Surat Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 85
Surat Al-Maidah Ayat 85 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan,…Surat Ayat 85/120 — Surat Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Surat Al-Maidah Dengarkan, Surat Al-Maidah Terjemah, Surat Al-Maidah mp3, Surat Al-Maidah pdf. Ayat 83–87. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Monday, September 7, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








