Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Junaah (جُنَاحٌ): Dosa, keberatan, atau halangan.
- Tha'imu (طَعِمُوا): Makan atau minum (dalam konteks ini, yang mereka konsumsi sebelum diharamkan).
- Attaqau (اتَّقَوْا): Menjaga diri dari murka Allah dengan menjauhi larangan-Nya.
- Ahsanu (أَحْسَنُوا): Berbuat ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya, dan jika tidak mampu membayangkan itu, maka yakinlah bahwa Allah melihat kita.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat yang mulia ini turun sebagai kabar gembira sekaligus penghibur bagi para sahabat yang pernah meminum khamr atau bermain judi sebelum datangnya pengharaman. Allah Ta'ala dengan rahmat dan keadilan-Nya menegaskan bahwa tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh atas apa yang pernah mereka konsumsi di masa lalu, selama mereka memenuhi syarat-syarat yang disebutkan dalam ayat ini.
Syarat pertama, mereka bertakwa, yaitu menjauhi kesyirikan dan menjaga diri dari kemurkaan Allah. Kedua, mereka beriman dengan mantap dan terus istiqamah di atas keimanan tersebut. Ketiga, mereka mengerjakan amal-amal saleh sebagai bukti nyata keimanan mereka. Kemudian Allah mengulangi lagi dengan "kemudian mereka bertakwa dan beriman", yang menunjukkan bahwa ketakwaan dan keimanan itu harus terus ditingkatkan dari waktu ke waktu, bukan berhenti di satu titik. Lalu Allah menutup dengan "kemudian mereka bertakwa dan berbuat ihsan" — inilah puncak dari segala amal, yaitu ketika seorang hamba mencapai derajat ihsan, di mana ia beribadah kepada Allah dengan penuh kesadaran bahwa Allah senantiasa melihatnya. Maka ia pun menjaga kualitas ibadahnya, memperbagus amalnya, dan berbuat baik kepada sesama makhluk.
Ayat ini juga mengajarkan kita bahwa Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya. Apa yang telah berlalu sebelum datangnya syariat, tidak akan dihitung sebagai dosa selama hamba tersebut telah bertobat dan memperbaiki diri. Namun ingatlah, ini khusus untuk masa sebelum pengharaman. Adapun setelah khamr dan judi diharamkan, maka barang siapa yang tetap melakukannya, ia telah jatuh ke dalam dosa besar.
Dan di akhir ayat, Allah menegaskan: "Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan." Sungguh, inilah kabar gembira terbesar! Allah tidak hanya menerima amal mereka, tetapi juga mencintai mereka. Cinta Allah adalah kenikmatan teragung yang tidak bisa dibandingkan dengan kenikmatan duniawi apa pun. Maka jadilah hamba yang muhsin — yang ikhlas dalam beribadah, yang indah dalam bermuamalah, dan yang senantiasa merasakan kehadiran Allah dalam setiap langkah hidupnya.
Saudaraku, marilah kita jadikan ayat ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita. Jangan pernah merasa cukup dengan amal yang ada, karena Allah mencintai hamba-Nya yang terus memperbaiki diri dan naik ke derajat yang lebih tinggi. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang berbuat ihsan dan dicintai oleh Allah. Aamiin.
📜 Ayat 91-95 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 93
Surat Al-Maidah Ayat 93 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan…Surat Ayat 93/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 91–95. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








