An-Najm · 1/62
Terjemah Transliterasi — An-Najm
وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰ ۝١
Wannajmi izaa hawaa
📖 Arti Bahasa Indonesia
Demi bintang ketika terbenam.

🎧 Dengarkan
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • An-Najm (النَّجْمِ): Bintang, bisa juga dimaknai sebagai Al-Qur'an karena ia turun secara berangsur-angsur bagaikan bintang yang berjatuhan.
  • Hawā (هَوَى): Jatuh, terbenam, atau tenggelam (setelah terbit). Ada pula yang menafsirkan sebagai turunnya wahyu.

Tafsir Ayat:

Allah Subhanahu wa Ta'ala memulai surat ini dengan sumpah yang agung: *"Demi bintang ketika ia jatuh (terbenam)."* Ini adalah salah satu bentuk sumpah Allah kepada makhluk-Nya yang agung, yaitu bintang-bintang yang menghiasi langit. Ketika bintang terbenam atau jatuh, manusia menyaksikan keindahan dan keteraturan alam semesta yang menunjukkan kebesaran Sang Pencipta.

Dalam ayat ini, Allah bersumpah dengan bintang yang jatuh untuk menegaskan kebenaran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagian ulama menafsirkan "an-najm" di sini sebagai Al-Qur'an yang turun secara berangsur-angsur dari langit ke bumi, bagaikan bintang-bintang yang berjatuhan. Ada pula yang menafsirkannya sebagai bintang-bintang pada umumnya yang terbenam setelah terbit.

Sumpah ini menjadi pembuka bagi pernyataan penting yang mengikutinya, yaitu bahwa Nabi Muhammad tidak pernah sesat dan tidak pula tersesat dari jalan kebenaran. Beliau senantiasa berada di atas petunjuk dan kelurusan, serta tidak berbicara menurut hawa nafsunya. Semua yang beliau sampaikan adalah wahyu dari Allah yang diwahyukan kepadanya.


Renungan dan Pesan Dakwah:

Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah bagaimana Allah bersumpah dengan bintang yang jatuh untuk menegaskan kebenaran risalah Nabi-Nya. Ini menunjukkan betapa pentingnya masalah ini bagi kita. Allah ingin meyakinkan hati hamba-hamba-Nya bahwa Al-Qur'an dan Sunnah adalah sumber petunjuk yang murni dari Allah, bukan karangan manusia.

Renungkanlah keindahan langit yang penuh bintang. Setiap malam, bintang-bintang itu terbit dan terbenam dengan keteraturan yang sempurna. Tidak ada satu pun yang melenceng dari orbitnya. Demikian pula wahyu yang turun kepada Nabi Muhammad, ia turun dengan penuh keteraturan dan kebenaran, tidak ada kebatilan di dalamnya.

Ketika kita membaca Al-Qur'an dan mempelajari Sunnah, kita sedang berpegang pada tali Allah yang kuat. Keduanya adalah cahaya yang menerangi kegelapan, obat bagi hati yang gundah, dan petunjuk menuju jalan yang lurus. Maka janganlah sekali-kali kita ragu terhadap kebenaran Al-Qur'an, dan janganlah kita tinggalkan Sunnah Nabi kita.

Marilah kita jadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman hidup kita sehari-hari. Karena dengan berpegang kepada keduanya, kita akan selamat di dunia dan akhirat. Sungguh beruntung orang yang menjadikan Al-Qur'an sebagai teman setianya, membacanya, merenungkan maknanya, dan mengamalkan isinya dalam setiap langkah kehidupannya.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mencintai Al-Qur'an dan Sunnah, serta mengamalkannya dengan ikhlas karena mengharap ridha-Nya. Aamiin.



📜 Ayat 1-3 — An-Najm

1وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰ
Demi bintang ketika terbenam.
2مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ
kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru.
3وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ
dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.
An-NajmIndeks Quran
62Ayat
MakkiyahRevelation
1Ayat

Terjemah — An-Najm 1

Surat An-Najm Ayat 1 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Demi bintang ketika terbenam.

Surat Ayat 1/62 — An-Najm النجم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Najm Dengarkan, An-Najm Terjemah, An-Najm mp3, An-Najm pdf. Ayat 1–3. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu