Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Khāliṣah (خالصة): murni, khusus, hanya diperuntukkan bagi.
- Liżukūrinā (لذكورنا): bagi kaum laki-laki kami.
- Azwājinā (أزواجنا): istri-istri kami, yakni kaum perempuan.
- Maitah (ميتة): janin yang lahir dalam keadaan mati.
- Syarakā' (شركاء): berserikat, sama-sama mendapat bagian.
- Sayajzīhim (سَيَجْزِيهِمْ): Allah akan memberi balasan kepada mereka.
- Waṣfahum (وصفهم): akibat dari perkataan dan penetapan mereka (terhadap hukum-hukum palsu).
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini mengungkapkan kebiasaan buruk kaum musyrikin Arab dalam menetapkan hukum-hukum tanpa dasar dari Allah. Mereka berkata, "Apa yang ada di dalam perut binatang ternak tertentu (seperti bahīrah, sā'ibah, dan washīlah) adalah khusus untuk kaum laki-laki kami, dan haram bagi istri-istri kami." Maksudnya, jika janin yang lahir itu hidup, maka hanya laki-laki yang boleh memakannya, sedangkan perempuan dilarang. Namun, jika janin itu lahir dalam keadaan mati, maka laki-laki dan perempuan sama-sama boleh memakannya.
Mereka menetapkan hukum ini berdasarkan hawa nafsu dan adat istiadat warisan nenek moyang, bukan berdasarkan wahyu dari Allah. Padahal Allah-lah satu-satunya yang berhak menetapkan halal dan haram. Allah Maha Mengetahui segala apa yang mereka rahasia dan tampakkan, dan Dia Maha Bijaksana dalam memberikan balasan. Allah akan membalas mereka atas perkataan dan penetapan hukum yang penuh kebohongan ini dengan azab yang setimpal. Sungguh, Allah tidak pernah lalai sedikit pun dari perbuatan hamba-hamba-Nya.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi pelajaran berharga bagi kita semua. Betapa bahayanya jika manusia berani menetapkan hukum sendiri tanpa merujuk kepada Al-Qur'an dan Sunnah. Mereka mengira dirinya paling benar, padahal telah terjerumus dalam kebohongan besar terhadap Allah.
Islam datang membawa rahmat dan keadilan. Syariat yang Allah tetapkan selalu mengandung hikmah dan kemaslahatan bagi hamba-Nya. Janganlah kita mengikuti hawa nafsu atau adat istiadat yang bertentangan dengan ajaran agama. Jadikanlah Al-Qur'an dan Sunnah sebagai satu-satunya pedoman dalam setiap urusan hidup kita.
Ingatlah, Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Tidak ada satu ucapan pun yang terluput dari pengetahuan-Nya. Maka, berhati-hatilah dalam berkata dan bertindak. Mari kita jauhi sikap mengada-ada dalam agama, dan bersungguh-sungguhlah untuk menuntut ilmu agar kita tidak tersesat. Semoga Allah senantiasa membimbing kita ke jalan yang lurus dan menjauhkan kita dari segala bentuk kesyirikan dan kebid'ahan. Aamiin.
📜 Ayat 137-141 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 139
Surat Al-An'am Ayat 139 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan mereka mengatakan: "Apa yang ada dalam perut binatang ternak…Surat Ayat 139/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 137–141. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








