Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَتَنَّا : Kami menguji dan mencoba.
- بَعْضَهُم بِبَعْضٍ : Sebagian mereka dengan sebagian yang lain, yaitu menguji orang kaya dengan orang miskin, yang kuat dengan yang lemah.
- مَنَّ اللَّهُ عَلَيْهِمْ : Allah memberikan nikmat kepada mereka (dengan petunjuk iman).
- بِالشَّاكِرِينَ : Orang-orang yang bersyukur atas nikmat Allah.
Tafsir Ayat:
Demikianlah Allah menguji sebagian hamba-Nya dengan sebagian yang lain. Allah menjadikan manusia berbeda-beda dalam hal rezeki, kedudukan, kekuatan, dan kelemahan. Ada yang kaya dan ada yang miskin, ada yang kuat dan ada yang lemah, ada yang mulia dan ada yang hina. Semua itu bukanlah kebetulan, melainkan ujian dari Allah agar manusia saling membutuhkan dan saling melengkapi.
Di antara bentuk ujian tersebut adalah ketika orang-orang kafir yang kaya dan merasa mulia melihat orang-orang miskin dan lemah lebih dahulu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka pun berkata dengan penuh keheranan dan kesombongan: "Apakah orang-orang seperti inilah yang Allah beri petunjuk dan keutamaan di antara kita? Jika agama ini benar-benar baik, tentu mereka tidak akan mendahului kita dalam menerimanya!"
Mereka tidak menyadari bahwa Allah Maha Mengetahui siapa saja hamba-Nya yang benar-benar bersyukur atas nikmat-Nya. Allah memberikan petunjuk iman kepada orang-orang yang hatinya bersih, rendah hati, dan siap menerima kebenaran, meskipun mereka miskin dan lemah di mata manusia. Sebaliknya, Allah menghinakan orang-orang yang sombong dan membanggakan harta serta kedudukan mereka, karena kesombongan itulah yang menghalangi mereka dari petunjuk.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: jangan pernah mengukur kemuliaan seseorang dengan harta, pangkat, atau ketampanan. Di sisi Allah, yang paling mulia adalah yang paling bertakwa dan paling bersyukur atas nikmat-Nya.
Betapa banyak orang yang kaya raya namun hatinya kosong dari iman, dan betapa banyak pula orang yang sederhana namun hatinya penuh cahaya keimanan. Islam tidak datang untuk membedakan manusia berdasarkan status sosial, tetapi justru datang untuk memuliakan manusia berdasarkan ketakwaannya.
Maka jadilah hamba yang selalu bersyukur, rendah hati, dan tidak pernah meremehkan orang lain. Karena bisa jadi, orang yang kita anggap hina di dunia ini justru menjadi orang yang paling dicintai Allah. Sebaliknya, bisa jadi kita yang merasa mulia ini justru jauh dari rahmat-Nya karena kesombongan yang kita miliki.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bersyukur, yang hatinya lapang menerima kebenaran, dan yang selalu dekat dengan-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 51-55 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 53
Surat Al-An'am Ayat 53 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan…Surat Ayat 53/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 51–55. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








