Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ẓulumāt (ظُلُمَات): Kegelapan-kegelapan, yang di sini bermakna berbagai macam bahaya, ketakutan, dan kesulitan yang menimpa manusia.
- Al-Barr (الْبَرِّ): Daratan.
- Al-Baḥr (الْبَحْرِ): Lautan.
- Taḍarru’an (تَضَرُّعًا): Merendahkan diri dengan penuh kehinaan dan kerendahan hati, disertai permohonan yang sungguh-sungguh.
- Khufyah (خُفْيَةً): Secara sembunyi-sembunyi atau dalam hati.
- Anjānā (أَنجَانَا): Menyelamatkan kami.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad ﷺ, katakanlah kepada orang-orang musyrik yang menyekutukan Allah: "Siapakah yang mampu menyelamatkan kalian dari berbagai kegelapan dan bahaya yang menimpa kalian di daratan maupun di lautan?" Ketika kalian tersesat di tengah gurun yang luas, atau terombang-ambing di tengah samudera yang bergelora, ketika gelombang dahsyat datang menghantam dan segala jalan terasa tertutup, kepada siapakah kalian berdoa? Tidak lain hanya kepada Allah semata. Pada saat itulah kalian merendahkan diri, berdoa dengan penuh kehinaan dan ketundukan, baik secara terang-terangan maupun dalam hati yang paling dalam. Kalian mengakui dengan lisan kalian sendiri: "Sungguh, jika Engkau selamatkan kami dari bahaya yang mengancam ini, niscaya kami akan benar-benar termasuk orang-orang yang bersyukur."
Ayat yang mulia ini merupakan teguran yang sangat halus namun tegas kepada orang-orang musyrik. Mereka mengakui bahwa hanya Allah yang mampu menyelamatkan mereka dari marabahaya, namun setelah selamat mereka tetap saja menyekutukan-Nya dan berpaling dari ibadah yang benar. Padahal keselamatan yang mereka rasakan adalah bukti nyata kekuasaan Allah dan kasih sayang-Nya yang tiada tara.
Pesan Dakwah:
Saudaraku, renungkanlah! Bukankah kita juga sering mengalami hal yang sama? Ketika ditimpa musibah, sakit yang tak kunjung sembuh, kesulitan ekonomi yang mencekik, atau ketakutan yang menghantui, kita spontan berdoa dan merendahkan diri kepada Allah. Namun setelah Allah angkat kesulitan itu, sebagian dari kita lupa dan kembali lalai. Padahal Allah yang telah menyelamatkan kita, maka kepada-Nya jugalah kita harus beribadah dan bersyukur.
Syukur yang sejati bukan sekadar ucapan "Alhamdulillah" di lisan, tetapi diwujudkan dengan tiga hal: mengakui nikmat itu dari Allah dengan hati, memuji-Nya dengan lisan, dan menggunakan nikmat tersebut untuk taat kepada-Nya, bukan untuk bermaksiat. Jika kita mampu bersyukur dengan cara ini, Allah akan menambah nikmat-Nya kepada kita, sebagaimana janji-Nya: "Sungguh, jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu" (QS. Ibrahim: 7).
Marilah kita jadikan setiap kesulitan yang Allah hilangkan sebagai momentum untuk semakin dekat kepada-Nya, semakin ikhlas beribadah kepada-Nya, dan semakin semangat dalam ketaatan. Karena hanya Allah yang layak disembah, hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan, dan hanya kepada-Nya kita kembali. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur dan istiqamah di atas jalan-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 61-65 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 63
Surat Al-An'am Ayat 63 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat…Surat Ayat 63/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 61–65. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








