Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Sulthānan: hujah, dalil, atau bukti yang kuat dan jelas.
- Ayyul-farīqaini: dua golongan yang sedang diperbandingkan, yaitu golongan mukminin dan golongan musyrikin.
- Aḥaqqu bil-amn: lebih berhak mendapatkan keamanan dan ketenteraman dari azab Allah.
Tafsir:
Saudaraku, perhatikanlah logika mulia yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim 'alaihissalam ketika ia berdialog dengan kaumnya yang menyembah berhala. Beliau berkata dengan penuh keberanian dan kejelasan: "Bagaimana mungkin aku takut kepada berhala-berhala yang kalian sembah itu, padahal berhala-berhala itu tidak mampu mendatangkan mudarat maupun manfaat sedikit pun? Sedangkan kalian sendiri tidak takut kepada Allah Yang Maha Kuasa, padahal kalian telah mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang Dia sendiri tidak pernah menurunkan hujah atau dalil atasnya?"
Ini adalah teguran yang sangat tajam dan penuh hikmah. Nabi Ibrahim mengajak kaumnya berpikir jernih: siapakah yang sebenarnya lebih layak merasa takut? Orang yang takut kepada berhala yang tidak berdaya, atau orang yang tidak takut kepada Pencipta langit dan bumi yang Maha Perkasa? Sungguh, ini adalah pertanyaan yang menggugah akal sehat.
Kemudian beliau menantang mereka dengan pertanyaan yang sangat dalam: "Manakah di antara dua golongan ini yang lebih berhak mendapatkan keamanan dan keselamatan—golongan yang bertauhid kepada Allah atau golongan yang menyekutukan-Nya?" Jika kalian benar-benar orang yang berilmu dan jujur, maka jawablah dengan jujur! Tentu saja jawabannya adalah golongan yang bertauhid, karena mereka berpegang kepada kebenaran yang jelas dan dalil yang nyata, sedangkan golongan musyrikin berpegang kepada kebatilan tanpa bukti.
Perhatikanlah keindahan adab Nabi Ibrahim: beliau tidak berkata "siapakah di antara aku dan kalian", tetapi beliau berkata "manakah di antara dua golongan ini", agar tidak terkesan memuji diri sendiri. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua tentang bagaimana menyampaikan kebenaran dengan bijaksana dan rendah hati.
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita bahwa keamanan hakiki hanya diperoleh dengan berpegang kepada tauhid. Orang yang bertauhid hatinya tenang, jiwanya tenteram, dan hidupnya dipenuhi cahaya keyakinan. Sebaliknya, orang yang syirik hidup dalam kebingungan dan ketakutan yang tiada henti. Mari kita renungkan: bukankah ketenteraman hati yang kita cari selama ini hanya akan kita dapatkan ketika kita berserah diri sepenuhnya kepada Allah? Maka, marilah kita jadikan tauhid sebagai pondasi hidup kita, agar kita termasuk golongan yang berhak mendapatkan keamanan di dunia dan akhirat.
📜 Ayat 79-83 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 81
Surat Al-An'am Ayat 81 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah),…Surat Ayat 81/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 79–83. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








