Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- سُبْحَانَ رَبِّنَا: Maha Suci Tuhan kami. Ini adalah ungkapan pensucian Allah dari segala kekurangan, kezaliman, dan perbuatan yang tidak adil.
- ظَالِمِينَ: Orang-orang yang zalim, yaitu orang yang meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya, dalam konteks ini mereka menzalimi diri sendiri.
Tafsir:
Ketika mereka melihat kebun mereka telah hangus terbakar dan musnah, mereka pun tersadar dari keterkejutan dan kebingungan. Awalnya mereka mengira telah tersesat jalan, tetapi setelah memastikan bahwa itulah kebun mereka, mereka mengakui bahwa mereka telah diharamkan dari kebaikan kebun itu akibat niat buruk mereka untuk mencegah orang-orang miskin mendapatkan haknya.
Maka dengan penuh penyesalan dan ketundukan, mereka berkata: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim." Mereka mengakui dengan jujur bahwa Allah tidak pernah menzalimi mereka sedikit pun. Kebun yang terbakar itu bukanlah kezaliman dari Allah, melainkan buah dari kezaliman mereka sendiri. Mereka menzalimi diri mereka sendiri dengan niat buruk yang mereka sembunyikan, dengan tidak mengucapkan "Insya Allah" saat bersumpah akan memetik hasil kebun di pagi hari, dan dengan tekad untuk menahan hak kaum fakir miskin.
Ucapan ini adalah bentuk pengakuan yang tulus dan penyerahan diri yang sempurna. Mereka tidak menyalahkan takdir, tidak mempertanyakan ketetapan Allah, bahkan mereka segera menyucikan Allah dari segala bentuk kezaliman. Inilah adab seorang hamba yang beriman: ketika musibah menimpa, ia segera melihat ke dalam dirinya sendiri, bukan menuduh Allah. Mereka sadar bahwa apa yang menimpa mereka adalah akibat dari perbuatan tangan mereka sendiri.
Sungguh indah pengakuan ini! Mereka tidak berkata, "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau lakukan ini kepada kami?" Tetapi mereka berkata, "Maha Suci Engkau, sesungguhnya kami yang zalim." Ini adalah puncak kedewasaan iman, di mana seorang hamba menjauhkan segala kekurangan dari Allah dan menegakkan segala kesalahan di atas dirinya sendiri.
Ketika kita ditimpa musibah atau kegagalan, marilah kita meneladani sikap mereka. Jangan buru-buru menyalahkan keadaan, menyalahkan orang lain, atau bahkan berprasangka buruk kepada Allah. Tetapi hendaknya kita berkata, "Maha Suci Engkau ya Rabb, sesungguhnya aku adalah orang yang zalim." Karena sesungguhnya setiap musibah yang menimpa kita adalah akibat dari dosa-dosa kita, dan Allah Maha Adil dalam segala ketetapan-Nya.
Pengakuan dosa dan penyesalan yang tulus adalah pintu menuju ampunan. Allah tidak akan menghinakan hamba yang mengakui dosanya dengan jujur. Justru dengan pengakuan inilah, Allah membuka pintu rahmat dan mengganti keburukan mereka dengan kebaikan. Maka jangan pernah ragu untuk mengakui kesalahan, karena di balik pengakuan itu terdapat kasih sayang Allah yang tak terhingga.
📜 Ayat 27-31 — Al-Qalam
Terjemah — Al-Qalam 29
Surat Al-Qalam Ayat 29 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka mengucapkan: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang…Surat Ayat 29/52 — Al-Qalam القلم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qalam Dengarkan, Al-Qalam Terjemah, Al-Qalam mp3, Al-Qalam pdf. Ayat 27–31. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








