Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- أَوْسَطُهُمْ: Orang yang paling adil, paling baik, dan paling bijaksana di antara mereka.
- لَوْلَا: Mengapa tidak / seharusnya.
- تُسَبِّحُونَ: Bertasbih, mensucikan Allah, dan dalam konteks ini berarti taat kepada Allah serta mengagungkan-Nya.
Tafsir Ayat:
Ketika azab Allah menimpa kebun mereka dan terbakar hangus, sebagian dari mereka mulai menyadari kesalahan besar yang telah mereka perbuat. Di tengah penyesalan dan kebingungan itu, berdirilah seorang yang paling bijaksana dan paling adil di antara mereka. Ia berkata dengan nada mengingatkan, "Bukankah telah kukatakan kepada kalian sebelumnya? Mengapa kalian tidak bertasbih kepada Allah? Mengapa kalian tidak mengucapkan 'Insya Allah' ketika bertekad untuk memetik hasil kebun kalian di pagi hari? Mengapa kalian tidak berserah diri kepada kehendak Allah dan tidak mengagungkan-Nya dalam setiap rencana kalian?"
Perkataan ini bukan sekadar celaan, melainkan sebuah pelajaran berharga. Orang yang paling baik di antara mereka telah mengingatkan sejak awal agar mereka bertasbih — yakni mengakui kebesaran Allah, tunduk kepada perintah-Nya, dan tidak melupakan hak-hak orang miskin yang telah Allah titipkan dalam harta mereka. Namun sayang, nasihat itu tidak diindahkan. Kini mereka menuai akibat dari kesombongan dan kebakhilan mereka.
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat dalam. Betapa pentingnya kita senantiasa bertasbih dan mengingat Allah dalam setiap keadaan. Tasbih bukan hanya sekadar ucapan "Subhanallah", tetapi juga merupakan sikap hidup — yaitu menyucikan Allah dari segala kekurangan, tunduk kepada ketentuan-Nya, dan selalu menyertakan kehendak Allah dalam setiap rencana kita. Ketika kita mengucapkan "Insya Allah" dengan penuh kesadaran, sesungguhnya kita sedang mengakui bahwa segala sesuatu berada di tangan Allah, dan kita hanyalah hamba yang lemah yang membutuhkan pertolongan-Nya.
Betapa indahnya jika setiap langkah kita dihiasi dengan kesadaran akan kebesaran Allah. Maka janganlah kita menjadi seperti pemilik kebun yang sombong itu, yang mengira hartanya akan kekal dan tidak membutuhkan ridha Allah. Ingatlah, segala nikmat yang kita miliki adalah titipan dari Allah, dan di dalamnya terdapat hak-hak orang lain yang harus kita tunaikan. Dengan bertasbih dan bersyukur, Allah akan melipatgandakan nikmat-Nya kepada kita. Sebaliknya, ketika kita kufur dan bakhil, azab Allah bisa datang dari arah yang tidak kita duga.
Semoga kita senantiasa menjadi hamba yang bertasbih kepada Allah dalam setiap keadaan, sehingga hidup kita dipenuhi keberkahan dan dijauhkan dari penyesalan seperti yang dialami oleh pemilik kebun tersebut.
📜 Ayat 26-30 — Al-Qalam
Terjemah — Al-Qalam 28
Surat Al-Qalam Ayat 28 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka: "Bukankah…Surat Ayat 28/52 — Al-Qalam القلم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qalam Dengarkan, Al-Qalam Terjemah, Al-Qalam mp3, Al-Qalam pdf. Ayat 26–30. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








