Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- تَنقِمُ (tanqimu): Engkau mencela, membenci, atau mengingkari.
- أَفْرِغْ (afrigh): Tuangkanlah, curahkanlah, atau limpahkanlah.
- صَبْرًا (shabran): Kesabaran yang besar dan keteguhan hati.
- تَوَفَّنَا (tawaffana): Wafatkanlah kami, cabutlah nyawa kami.
- مُسْلِمِينَ (muslimin): Orang-orang yang berserah diri, patuh, dan tunduk kepada Allah.
Tafsir Ayat:
Wahai Fir'aun, tidaklah engkau mencela dan mengingkari kami kecuali karena satu hal: kami telah beriman dan membenarkan ayat-ayat serta bukti-bukti kebenaran dari Tuhan kami ketika bukti-bukti itu datang kepada kami melalui Nabi Musa. Sungguh, ini adalah sebaik-baik perbuatan, dan tidak ada alasan bagimu untuk marah kepada kami kecuali karena kami memilih kebenaran. Jika ini dianggap sebagai kesalahan di matamu, maka itulah kebanggaan kami.
Setelah para penyihir itu berkata demikian, mereka berpaling kepada Allah dengan penuh kerendahan dan kekhusyukan, memanjatkan doa yang sangat menyentuh: "Wahai Tuhan kami, curahkanlah kepada kami kesabaran yang melimpah, yang memenuhi hati kami, agar kami tetap teguh dan kokoh di atas kebenaran ini. Jangan biarkan kami goyah oleh ancaman dan siksaan. Dan wafatkanlah kami dalam keadaan Islam, berserah diri kepada-Mu, mengikuti perintah-Mu, dan mengikuti Rasul-Mu."
Mereka tidak meminta keselamatan dari siksaan Fir'aun, tetapi mereka meminta kesabaran dan keteguhan iman. Mereka lebih mementingkan husnul khatimah (akhir yang baik) daripada terhindar dari cobaan dunia. Inilah puncak keimanan: ketika seseorang tidak takut pada siksaan manusia, tetapi hanya takut kehilangan keimanan kepada Allah.
Renungan dan Pelajaran:
Sungguh indah teladan para penyihir Fir'aun ini! Mereka yang sebelumnya adalah musuh kebenaran, setelah Allah buka hati mereka, mereka berubah menjadi pejuang kebenaran yang paling gigih. Mereka mengajarkan kepada kita bahwa hidayah itu milik Allah, dan tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Siapa pun bisa berubah menjadi hamba yang saleh jika Allah menghendaki.
Perhatikanlah doa mereka: mereka tidak meminta agar siksaan dihindarkan, tetapi mereka meminta kesabaran. Ini mengajarkan kita bahwa ujian dan cobaan adalah bagian dari perjalanan iman. Yang terpenting bukanlah terbebas dari ujian, tetapi bagaimana kita menghadapinya dengan sabar dan tetap istiqamah di jalan Allah.
Ayat ini juga mengajarkan kita untuk selalu berdoa memohon husnul khatimah. Sebaik apa pun amal kita, kita tetap membutuhkan pertolongan Allah agar diwafatkan dalam keadaan Islam. Maka perbanyaklah doa ini dalam kehidupan sehari-hari, terutama di waktu-waktu mustajab, semoga Allah mencurahkan kesabaran kepada kita dan mewafatkan kita dalam keadaan muslim yang sejati. Aamiin.
📜 Ayat 124-128 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 126
Surat Al-A'raf Ayat 126 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman…Surat Ayat 126/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 124–128. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








