Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- مُنقَلِبُونَ: orang-orang yang akan kembali (kepada Allah).
Tafsir:
Ketika para penyihir istana Fir'aun menyaksikan mukjizat Nabi Musa 'alaihissalam, yaitu tongkatnya yang berubah menjadi ular besar dan menelan seluruh tali serta tongkat-tongkat mereka, hati mereka tersentuh dan mereka pun tersungkur bersujud. Mereka meyakini bahwa apa yang dilakukan Musa bukanlah sihir, melainkan kebenaran dari Allah. Maka Fir'aun pun marah dan mengancam mereka dengan siksaan yang pedih, memotong tangan dan kaki mereka, lalu menyalib mereka. Namun, dengan penuh keteguhan iman, mereka menjawab dengan kalimat yang agung ini: "Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."
Mereka tidak gentar sedikit pun terhadap ancaman Fir'aun, karena mereka telah menemukan keyakinan yang hakiki: bahwa kehidupan dunia ini hanyalah sementara, dan tempat kembali yang sebenarnya hanyalah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mereka sadar bahwa siksaan Fir'aun di dunia ini hanyalah sesaat, sedangkan siksaan Allah di akhirat jauh lebih dahsyat dan kekal. Maka mereka memilih bersabar atas siksaan dunia yang singkat demi meraih rahmat dan pahala Allah yang abadi di akhirat.
Kalimat ini adalah kalimat tauhid yang agung. Ia menunjukkan kedalaman iman para penyihir itu, yang baru saja beriman namun langsung mencapai derajat keyakinan yang tinggi. Mereka tidak takut mati, tidak takut siksaan, karena hati mereka telah terpaut kepada Allah. Mereka tahu bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan pintu menuju kehidupan yang kekal. Di sana, Allah akan membalas setiap hamba sesuai dengan amalnya. Jika mereka bersabar dan tetap teguh di atas iman, maka surga dan keridhaan Allah menanti mereka.
Saudaraku, renungkanlah keteguhan hati mereka. Mereka rela kehilangan segalanya di dunia demi mendapatkan Allah. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: bahwa iman yang sejati akan melahirkan keberanian, ketenangan, dan ketidakpedulian terhadap ancaman makhluk. Ketika kita yakin bahwa Allah adalah Rabb kita, tempat kembali kita, maka segala ketakutan kepada manusia akan sirna. Mari kita tanamkan dalam hati kita bahwa kehidupan akhirat adalah tujuan utama, dan dunia hanyalah ladang untuk beramal. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang teguh imannya, yang tidak takut kepada celaan dan ancaman siapa pun dalam menegakkan kebenaran. Aamiin.
📜 Ayat 123-127 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 125
Surat Al-A'raf Ayat 125 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Ahli-ahli sihir itu menjawab: "Sesungguhnya kepada Tuhanlah kami kembali.Surat Ayat 125/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 123–127. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








