Al-A'raf · 3/206
Terjemah Transliterasi — Al-A'raf
ٱتَّبِعُواْ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكُم مِّن رَّبِّكُمۡ وَلَا تَتَّبِعُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوۡلِيَآءَۗ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ  ۝٣
Ittabi`oo maaa unzila `ilaikum mir Rabbikum wa laa tattabi`oo min dooniheee awliyaaa`; qaleelam maa tazakkaroon
📖 Arti Bahasa Indonesia
Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • Auliyā' (أَوْلِيَاءَ): jamak dari *waliy*, artinya teman dekat, pelindung, atau pemimpin yang diikuti. Dalam konteks ini, yang dimaksud adalah orang-orang atau makhluk yang dijadikan sebagai pemimpin dan panutan selain Allah, seperti setan, para pendeta, atau tokoh-tokoh yang menyesatkan.
  • Tadzakkarūn (تَذَكَّرُونَ): mengambil pelajaran, merenungkan, dan mengingat kembali kebenaran dengan hati yang sadar.

Tafsir Ayat:

Wahai sekalian manusia, Allah Subhanahu wa Ta'ala menyeru kita dengan panggilan yang penuh kasih sayang: *"Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu!"* Yakni, berpegang teguhlah pada Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah ﷺ, karena keduanya adalah petunjuk yang membawa kepada kebaikan dunia dan akhirat. Amalkanlah perintah-perintah-Nya, jauhilah larangan-larangan-Nya, dan jadikanlah wahyu sebagai satu-satunya sumber hukum dan pedoman hidup.

Di sisi lain, Allah melarang kita dengan tegas: *"Dan janganlah kamu mengikuti selain-Nya sebagai pemimpin-pemimpin (yang kalian taati)."* Maksudnya, janganlah kalian menjadikan setan, hawa nafsu, atau tokoh-tokoh yang mengajak kepada kemaksiatan sebagai pemimpin yang kalian patuhi dalam perkara yang menyelisihi agama Allah. Jangan sampai kita lebih mendahulukan perkataan manusia daripada perkataan Allah, atau lebih mengutamakan tradisi dan adat yang bertentangan dengan syariat.

Kemudian Allah menutup ayat ini dengan teguran yang halus namun dalam: *"Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran."* Ini adalah sindiran yang menyentuh hati—bahwa manusia itu sebenarnya memiliki akal dan fitrah yang bersih, namun sangat sedikit di antara mereka yang mau merenungkan dan mengambil pelajaran dari ayat-ayat Allah. Padahal, jika mereka mau berpikir sejenak, mereka pasti akan memilih petunjuk Allah daripada kesesatan, dan memilih kebenaran daripada kebatilan.


Sentuhan Dakwah:

Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah panggilan cinta dari Rabb kita. Allah tidak memerintahkan kita untuk mengikuti petunjuk-Nya karena Dia butuh kepada kita, tetapi karena Dia tahu bahwa di dalam petunjuk itulah letak kebahagiaan kita. Setiap kali kita membaca Al-Qur'an dan mengamalkan sunnah, sesungguhnya kita sedang menjaga diri kita dari jurang kehancuran.

Renungkanlah betapa banyak orang yang tersesat karena mengikuti pemimpin-pemimpin yang menyesatkan, padahal Al-Qur'an terbentang luas di hadapan mereka. Janganlah kita menjadi orang yang "sedikit mengambil pelajaran"—karena hati yang tidak mau merenung adalah hati yang keras, dan hati yang keras akan jauh dari cahaya hidayah.

Mari kita jadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai kompas kehidupan. Di saat dunia menawarkan berbagai macam jalan, hanya satu jalan yang mengantarkan kepada ridha Allah, yaitu jalan orang-orang yang berpegang teguh pada wahyu-Nya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mau mengambil pelajaran dan istiqamah di atas petunjuk-Nya. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 1-5 — Al-A'raf

1الٓمٓصٓ 
Alif laam mim shaad.
2كِتَٰبٌ أُنزِلَ إِلَيۡكَ فَلَا يَكُن فِي صَدۡرِكَ حَرَجٌ مِّنۡهُ لِتُنذِرَ بِهِۦ وَذِكۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ 
Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.
3ٱتَّبِعُواْ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكُم مِّن رَّبِّكُمۡ وَلَا تَتَّبِعُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوۡلِيَآءَۗ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ 
Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).
4وَكَم مِّن قَرۡيَةٍ أَهۡلَكۡنَٰهَا فَجَآءَهَا بَأۡسُنَا بَيَٰتًا أَوۡ هُمۡ قَآئِلُونَ 
Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk)nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari.
5فَمَا كَانَ دَعۡوَىٰهُمۡ إِذۡ جَآءَهُم بَأۡسُنَآ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ إِنَّا كُنَّا ظَٰلِمِينَ 
Maka tidak adalah keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim".
Al-A'rafIndeks Quran
206Ayat
MakkiyahRevelation
3Ayat

Terjemah — Al-A'raf 3

Surat Ayat 3/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 1–5. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu