Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- لِفُرُوجِهِمْ: bentuk jamak dari *farj*, yaitu aurat atau kemaluan. Yang dimaksud di sini adalah menjaga kemaluan dari perbuatan zina dan segala hal yang diharamkan.
- حَافِظُونَ: orang-orang yang benar-benar menjaga dan memelihara.
Tafsir:
Setelah Allah menyebutkan sifat-sifat orang yang beriman dan bertakwa, di antaranya adalah mereka yang mendirikan shalat dengan khusyuk dan menunaikan zakat, maka Allah menyebutkan sifat mulia lainnya, yaitu menjaga kemaluan mereka dari segala perbuatan yang diharamkan. Mereka adalah hamba-hamba pilihan yang menjauhkan diri dari perbuatan zina, baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi, serta menjauhi segala jalan yang dapat mengantarkan kepada perbuatan keji tersebut. Mereka menjaga pandangan, menjaga hati, dan menjaga diri mereka dari godaan syahwat yang haram.
Mereka tidak menyalurkan hasrat biologisnya kecuali kepada yang halal, yaitu istri-istri mereka yang sah atau budak-budak wanita yang mereka miliki dengan cara yang dibenarkan syariat. Terhadap mereka, tidak ada dosa dan celaan, karena Allah telah menghalalkan hal tersebut. Adapun orang yang mencari kepuasan di luar batas yang Allah tetapkan, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas dan akan mendapat azab yang pedih.
Sifat ini menunjukkan kesucian jiwa dan ketakwaan yang mendalam. Sebab, menjaga kemaluan adalah ujian terbesar bagi seorang hamba di tengah godaan dunia yang semakin berat. Maka, orang yang mampu menjaga kemaluannya berarti ia telah memenangkan pertempuran melawan hawa nafsunya dan membuktikan kejujuran imannya.
Hikmah dan Nasihat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ketahuilah bahwa menjaga kemaluan bukanlah perkara yang mustahil. Ia adalah bukti nyata ketakwaan dan tanda kecintaan kita kepada Allah. Allah tidak membebani hamba-Nya melampaui batas kemampuannya. Dengan kesungguhan, doa, dan menjauhi segala pemicu maksiat—seperti menundukkan pandangan dan menjaga pergaulan—kita akan mampu meraih kemuliaan ini.
Ingatlah bahwa surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai hawa nafsu, dan neraka dikelilingi oleh syahwat yang diharamkan. Barangsiapa yang mampu menjaga kemaluannya di dunia, Allah akan memberinya kenikmatan yang jauh lebih besar di akhirat, yaitu bidadari-bidadari yang suci dan kehidupan yang penuh kebahagiaan. Maka, bersungguh-sungguhlah dalam menjaga kesucian diri, karena itu adalah jalan menuju keridhaan Allah dan kebahagiaan abadi.
📜 Ayat 27-31 — Al-Ma'arij
Terjemah — Al-Ma'arij 29
Surat Ayat 29/44 — Al-Ma'arij المعارج (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ma'arij Dengarkan, Al-Ma'arij Terjemah, Al-Ma'arij mp3, Al-Ma'arij pdf. Ayat 27–31. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








