Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- فِيهِنَّ (fīhinna): di dalamnya, yaitu di antara lapisan-lapisan langit, khususnya langit dunia.
- نُورًا (nūran): cahaya yang menerangi, yaitu pantulan cahaya matahari yang menjadikan bulan bercahaya di malam hari.
- سِرَاجًا (sirājan): lampu atau pelita yang menyala dengan cahayanya sendiri, sangat terang dan memberi panas.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan hamba-hamba-Nya akan kebesaran kuasa-Nya dalam menciptakan alam semesta. Setelah menyebutkan penciptaan tujuh langit yang berlapis-lapis dengan sempurna, Allah menyebutkan bahwa di dalam langit-langit itu Dia menempatkan bulan sebagai cahaya (nūran) yang menerangi kegelapan malam bagi penduduk bumi. Cahaya bulan ini bukanlah cahaya asli, melainkan pantulan dari cahaya matahari, namun tetap menjadi penerang yang indah dan penuh hikmah.
Adapun matahari, Allah jadikan sebagai sirāj (pelita atau lampu yang menyala). Ini adalah gambaran yang sangat tepat, karena matahari memiliki cahaya yang berasal dari dirinya sendiri, sangat terang, menyilaukan, dan memancarkan panas. Sebagaimana pelita menerangi rumah, demikianlah matahari menerangi seluruh alam semesta dengan cahayanya yang agung.
Perhatikanlah keindahan redaksi Al-Qur'an: bulan disebut dengan nūr (cahaya) yang bersifat lembut dan tenang, sedangkan matahari disebut sirāj (pelita) yang bersifat kuat dan menyala-nyala. Ini menunjukkan ketelitian Ilahi dalam menggambarkan hakikat kedua benda langit tersebut, jauh sebelum ilmu pengetahuan modern menemukannya.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, lihatlah bagaimana Allah mengatur alam semesta dengan begitu sempurna. Bulan dan matahari bukanlah benda mati yang tidak berarti, keduanya adalah bukti kebesaran Sang Pencipta. Jika Allah mampu menciptakan matahari sebagai pelita yang menerangi siang dan bulan sebagai cahaya yang menerangi malam, maka sungguh Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Maka, di manakah hati kita? Mengapa kita masih ragu untuk tunduk dan patuh kepada-Nya? Mengapa kita masih enggan bersyukur atas nikmat cahaya yang kita rasakan setiap hari? Padahal, dengan cahaya matahari kita dapat mencari rezeki, dan dengan cahaya bulan kita dapat beristirahat dengan tenang. Semua ini adalah kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Marilah kita renungkan: jika Allah begitu perhatiannya terhadap penerangan alam semesta, maka betapa besar pula perhatian-Nya terhadap petunjuk hidup kita. Allah menurunkan Al-Qur'an sebagai cahaya petunjuk yang lebih terang dari matahari, dan mengutus Rasulullah ﷺ sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam. Maka, janganlah kita sia-siakan cahaya petunjuk itu. Mari kita buka hati, renungkan kebesaran Allah, dan perbanyak istighfar serta taubat, agar Allah melimpahkan kepada kita keberkahan dari langit dan bumi, sebagaimana yang dijanjikan-Nya dalam ayat-ayat berikutnya.
Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa merenungkan ciptaan-Nya dan bersyukur atas segala nikmat-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 14-18 — Nuh
Terjemah — Nuh 16
Surat Nuh Ayat 16 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari…Surat Ayat 16/28 — Nuh نوح (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Nuh Dengarkan, Nuh Terjemah, Nuh mp3, Nuh pdf. Ayat 14–18. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








