Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- وَمَهَّدْتُ (wa mahhadtu): Aku luaskan dan permudah.
- لَهُ (lahu): baginya (yaitu al-Walid bin al-Mughirah).
- تَمْهِيدًا (tamhīdan): pelapangan dan kemudahan yang sempurna dalam urusan kehidupan.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang salah seorang musuh Islam yang sombong dan angkuh, yaitu al-Walid bin al-Mughirah. Allah mengabarkan bahwa Dia telah memberikan kepadanya berbagai kenikmatan dunia yang melimpah ruah. Allah melapangkan baginya jalan kehidupan, memperluas rezekinya, memberinya harta yang banyak dan berlimpah, serta menganugerahkan anak-anak yang selalu hadir di sisinya di kota Makkah, tidak pernah jauh darinya. Allah juga memudahkan segala urusan dan sarana kehidupannya, sehingga ia hidup dalam kesenangan dan kemewahan yang tiada tara.
Namun, betapa hinanya sikap orang ini! Setelah Allah memberinya segala kenikmatan yang begitu besar, ia justru membalas dengan kekufuran dan keingkaran. Ia tidak bersyukur atas nikmat-nikmat itu, bahkan ia berani menentang ayat-ayat Allah dan menghalangi manusia dari jalan-Nya. Ia mengingkari kebenaran Al-Qur'an dan menentang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan penuh kesombongan.
Ayat ini merupakan peringatan keras bagi setiap orang yang diberikan kelapangan hidup oleh Allah, namun menggunakan nikmat tersebut untuk bermaksiat kepada-Nya dan memerangi kebenaran. Allah akan menghisab mereka dengan hisab yang sangat berat, dan menyiksa mereka dengan siksa yang tidak ada bandingannya.
Pelajaran dan Nasihat:
Saudaraku kaum muslimin, perhatikanlah dengan seksama! Kenikmatan dunia yang Allah berikan kepada seseorang bukanlah tanda bahwa Allah mencintainya. Bisa jadi itu adalah istidraj — yaitu pemberian yang justru menjadi sebab kehancuran, karena orang tersebut semakin larut dalam kemaksiatan dan kelalaian.
Betapa banyak orang yang Allah berikan harta melimpah, anak yang banyak, dan kehidupan yang lapang, namun semua itu tidak menjadikannya dekat kepada Allah. Justru sebaliknya, ia semakin jauh dan sombong. Maka janganlah kita tertipu oleh gemerlap dunia! Jadikanlah setiap nikmat yang Allah berikan sebagai sarana untuk semakin taat dan bersyukur kepada-Nya.
Ingatlah bahwa kehidupan dunia ini hanyalah sementara. Kenikmatan yang hakiki adalah kenikmatan di akhirat kelak, yaitu keridhaan Allah dan surga-Nya yang penuh kenikmatan abadi. Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan, dan jangan pernah merasa aman dari tipu daya Allah karena sesungguhnya tidak ada yang merasa aman dari tipu daya Allah kecuali orang-orang yang merugi.
📜 Ayat 12-16 — Al-Muddassir
Terjemah — Al-Muddassir 14
Surat Al-Muddassir Ayat 14 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan Ku-lapangkan baginya (rezeki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya,Surat Ayat 14/56 — Al-Muddassir المدثر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Muddassir Dengarkan, Al-Muddassir Terjemah, Al-Muddassir mp3, Al-Muddassir pdf. Ayat 12–16. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








