Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Al-Mau'udah: Bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup, sebuah praktik kejam yang dilakukan oleh sebagian masyarakat Arab pada masa jahiliah karena merasa malu memiliki anak perempuan atau karena takut miskin.
- Su'ilat: Ditanya, yakni ditanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala pada hari kiamat.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang agung ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkan sebagian peristiwa dahsyat yang terjadi pada hari kiamat. Di antara peristiwa yang disebutkan adalah ketika bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup akan ditanya. Pertanyaan ini bukan karena bayi tersebut memiliki dosa, tetapi sebagai bentuk penghiburan dan keadilan baginya, sekaligus sebagai bentuk teguran dan pencelaan yang sangat pedih bagi orang-orang yang telah menguburnya dengan kejam.
Allah akan bertanya kepada bayi yang malang itu: "Dengan dosa apakah engkau dibunuh dan dikubur hidup-hidup?" Pertanyaan ini menjadi saksi atas kezaliman yang dilakukan oleh orang tuanya atau kaumnya terhadap dirinya. Pada saat itu, sang bayi yang tidak berdosa akan menjadi saksi yang memberatkan para pelaku kejahatan tersebut. Betapa besar penyesalan mereka kelak, dan betapa adilnya Allah yang tidak pernah melupakan perbuatan zalim sekecil apa pun, bahkan terhadap bayi yang tidak berdaya sekalipun.
Ayat ini juga mengandung pelajaran yang sangat dalam bagi kita semua: bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala perbuatan manusia, baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi. Tidak ada satu pun kezaliman yang luput dari pengawasan-Nya, dan setiap jiwa akan menuai apa yang telah diperbuatnya di dunia.
Hikmah dan Pesan Dakwah:
Sungguh, ayat ini adalah bukti keadilan Allah yang sempurna dan kasih sayang-Nya yang melampaui segala batas. Islam datang untuk memuliakan manusia, termasuk kaum perempuan yang pada masa jahiliah direndahkan dan dibunuh dengan keji. Islam mengharamkan pembunuhan anak, baik karena kemiskinan, rasa malu, maupun alasan lainnya. Allah berfirman dalam ayat lain: "Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka" (QS. Al-An'am: 151).
Marilah kita renungkan betapa besarnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang lemah dan tidak berdaya. Bayi yang dikubur hidup-hidup pun tidak luput dari keadilan-Nya. Maka, bagaimana mungkin Allah akan melupakan kezaliman yang menimpa orang-orang yang beriman dan beramal saleh? Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar dan menolong hamba-hamba-Nya yang terzalimi.
Ayat ini juga mengajak kita untuk senantiasa menjaga amanah, termasuk amanah anak-anak yang dititipkan Allah kepada kita. Didiklah mereka dengan kasih sayang, ajarkan mereka kebaikan, dan jadilah orang tua yang menjadi sebab keselamatan mereka di dunia dan akhirat. Ingatlah bahwa setiap anak adalah titipan yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah kelak.
Semoga kita semua dijauhkan dari sifat kejam dan zalim, serta senantiasa diberikan hati yang lembut dan penuh kasih sayang sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ. Aamiin.
📜 Ayat 6-10 — At-Takwir
Terjemah — At-Takwir 8
Surat Ayat 8/29 — At-Takwir التكوير (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Takwir Dengarkan, At-Takwir Terjemah, At-Takwir mp3, At-Takwir pdf. Ayat 6–10. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








