Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Wujūhun (وُجُوهٌ): Wajah-wajah, bentuk jamak dari kata *wajh*.
- Yauma-idzin (يَوْمَئِذٍ): Pada hari itu, yaitu hari kiamat.
- Khāsyiah (خَاشِعَةٌ): Rendah diri, hina, tunduk, dan penuh ketakutan.
Tafsir:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkan keadaan manusia pada hari kiamat yang terbagi menjadi dua golongan besar: golongan yang berbahagia dan golongan yang sengsara. Pada ayat yang mulia ini, Allah menyebutkan kondisi golongan yang sengsara, yaitu orang-orang kafir yang ingkar kepada Allah dan mendustakan rasul-rasul-Nya.
Wajah-wajah mereka pada hari itu dalam keadaan khāsyiah, yakni hina, rendah, tunduk, dan diliputi ketakutan yang sangat mendalam. Wajah-wajah yang dahulu di dunia sombong dan angkuh, enggan bersujud kepada Allah, kini menjadi tunduk dan hina di hadapan kebesaran-Nya. Mereka merasakan kehinaan yang tiada tara karena perbuatan mereka sendiri selama di dunia.
Keadaan ini digambarkan pula dalam ayat-ayat lain, bahwa wajah mereka tertutup debu dan kehitaman, penuh kesedihan dan penyesalan yang tiada berguna lagi. Mereka yang dahulu menolak kebenaran dan memperolok-olokkan ayat-ayat Allah, kini menyaksikan sendiri kebenaran itu dengan mata kepala mereka, namun sudah terlambat untuk beriman dan bertobat.
Wajah yang khāsyiah ini merupakan awal dari siksaan yang jauh lebih pedih. Setelah itu, mereka akan dimasukkan ke dalam neraka yang sangat panas, diberi minum dari mata air yang mendidih, dan tidak ada makanan bagi mereka kecuali dari pohon yang berduri yang tidak mengenyangkan dan tidak bermanfaat sama sekali.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa pentingnya kita merenungkan ayat ini. Hari kiamat adalah kepastian yang tidak diragukan lagi. Setiap dari kita akan berdiri di hadapan Allah untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan.
Wajah yang khāsyiah di akhirat adalah akibat dari kesombongan dan keengganan untuk tunduk kepada Allah di dunia. Maka marilah kita jadikan hidup ini sebagai ladang amal. Perbanyaklah sujud, perbanyaklah taubat, dan dekatkanlah diri kita kepada Allah dengan amal-amal saleh. Karena orang yang beriman dan beramal saleh, wajahnya di akhirat kelak akan berseri-seri, penuh kebahagiaan, dan mendapatkan kenikmatan yang kekal di surga.
Janganlah kita termasuk golongan yang menyesal di kemudian hari. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, pintu taubat masih terbuka selama nyawa masih di badan. Mari kita perbaiki diri, perbaiki ibadah, dan perbaiki hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia. Semoga Allah menjauhkan kita dari wajah yang khāsyiah di akhirat dan menggolongkan kita ke dalam hamba-hamba-Nya yang berbahagia. Aamiin.
📜 Ayat 1-4 — Al-Ghasyiyah
Terjemah — Al-Ghasyiyah 2
Surat Al-Ghasyiyah Ayat 2 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,Surat Ayat 2/26 — Al-Ghasyiyah الغاشية (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ghasyiyah Dengarkan, Al-Ghasyiyah Terjemah, Al-Ghasyiyah mp3, Al-Ghasyiyah pdf. Ayat 1–4. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








