Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- At-Taubah: Pertobatan, kembali dari kemaksiatan menuju ketaatan.
- Ya'khudzu ash-shadaqat: Menerima sedekah (dengan penuh keridhaan dan memberi pahala atasnya).
- At-Tawwab: Maha Penerima tobat, yang senantiasa membuka pintu tobat bagi hamba-hamba-Nya.
- Ar-Rahim: Maha Penyayang, yang melimpahkan kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba yang kembali kepada-Nya.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah ayat yang agung ini! Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan menerima sedekah-sedekah, dan bahwa Allah Dialah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang?"
Ayat ini turun berkenaan dengan para sahabat yang tertinggal dari perang Tabuk. Ketika Allah menerima tobat mereka, sebagian orang yang belum bertobat berkata dengan heran: "Mereka ini kemarin bersama kita, tidak diajak bicara dan tidak ditemani, mengapa hari ini mereka diajak bicara dan ditemani?" Maka Allah menjawab keraguan mereka dengan ayat ini.
Allah menegaskan bahwa Dialah satu-satunya Zat yang menerima tobat hamba-hamba-Nya yang tulus kembali kepada-Nya. Tidak ada yang dapat menghapus dosa dan membersihkan jiwa selain Allah. Pintu tobat terbuka lebar bagi siapa saja yang mengetuknya dengan kejujuran hati. Sungguh, Allah tidak pernah bosan menerima tobat hamba-Nya, justru Allah bergembira ketika hamba-Nya kembali kepada-Nya.
Selain itu, Allah juga menerima sedekah-sedekah hamba-Nya. Meskipun Allah Maha Kaya dan tidak membutuhkan apa pun, Dia menerima pemberian hamba-Nya dengan penuh kemuliaan, lalu melipatgandakan pahalanya hingga menjadi sebesar gunung. Sungguh, sedekah yang kita keluarkan dengan ikhlas tidak akan pernah hilang, melainkan disimpan oleh Allah dan akan dikembalikan dengan balasan yang berlipat ganda.
Allah menutup ayat ini dengan dua sifat-Nya yang indah: At-Tawwab (Maha Penerima tobat) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang). Ini adalah kabar gembira yang sangat besar bagi kita semua! Betapapun besar dosa yang telah kita lakukan, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Selama kita masih bernapas, pintu tobat masih terbuka. Allah menunggu kita kembali dengan kasih sayang-Nya yang tiada batas.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dicintai Allah, ayat ini mengajarkan kita dua pelajaran yang sangat berharga:
Pertama, jangan pernah merasa jauh dari Allah karena dosa-dosa yang menumpuk. Allah justru menanti tobat kita dengan penuh kasih sayang. Setiap kali kita tersungkur dalam dosa, bangkitlah dan bertobatlah. Jangan biarkan setan membisikkan bahwa dosa kita terlalu besar untuk diampuni. Sesungguhnya Allah menerima tobat hamba-Nya selama nyawa belum sampai di tenggorokan.
Kedua, jangan pernah meremehkan sedekah, sekecil apa pun nilainya. Karena Allah sendiri yang menerimanya dan akan membalasnya dengan balasan yang melimpah. Sedekah tidak akan mengurangi harta, justru akan menambah keberkahan dan membersihkan jiwa dari sifat kikir.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai penguat hati untuk selalu dekat dengan Allah, memperbanyak istighfar, dan gemar bersedekah. Sungguh, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar selain ketika Allah menerima tobat kita dan meridhai amal-amal kita. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertobat, bersedekah, dan mendapatkan kasih sayang-Nya di dunia dan akhirat. Aamiin.
📜 Ayat 102-106 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 104
Surat At-Taubah Ayat 104 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan…Surat Ayat 104/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 102–106. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







