Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Kazzaba (كَذَّبَ): Mendustakan, menolak kebenaran.
- Al-Husnā (الْحُسْنَى): Kebaikan, yang paling baik; dalam konteks ini merujuk pada kalimat tauhid "Lā ilāha illallāh" (tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah) beserta segala konsekuensinya, juga janji Allah berupa balasan yang baik dan pahala yang besar.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan salah satu sifat buruk manusia yang menjadi sebab kesengsaraannya, yaitu mendustakan "al-Husnā" — yakni kalimat tauhid dan segala kebaikan yang dijanjikan Allah kepada hamba-Nya yang beriman dan berinfak di jalan-Nya.
Orang yang disebut dalam ayat ini bukan sekadar menolak berinfak, tetapi ia juga mendustakan janji Allah. Ia tidak percaya bahwa Allah akan mengganti hartanya yang ia belanjakan di jalan kebaikan, dan ia tidak meyakini adanya pahala yang besar di sisi Allah bagi orang-orang yang dermawan. Ia menganggap bahwa harta yang dikeluarkan akan hilang sia-sia, padahal di sisi Allah tersimpan ganjaran yang jauh lebih baik dan kekal.
Lebih dalam lagi, mendustakan "al-Husnā" berarti menolak kebenaran kalimat tauhid dan segala yang ditunjukkannya — bahwa Allah Maha Kaya, Maha Memberi Balasan, dan Maha Menjaga rezeki hamba-Nya. Orang yang mendustakan ini hatinya tidak percaya pada keutamaan sedekah, tidak yakin pada janji Allah tentang ganti yang berlipat ganda, dan tidak mengimani surga serta kenikmatan abadi yang dijanjikan bagi orang-orang yang bertakwa.
Sungguh, ini adalah peringatan yang sangat agung bagi kita. Betapa banyak orang yang terjerumus dalam kebinasaan karena mendustakan janji Allah dan meragukan keutamaan kebaikan. Padahal Allah Yang Maha Pemurah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Setiap sen yang kita infakkan di jalan-Nya, setiap kebaikan yang kita lakukan dengan ikhlas, semuanya dicatat dan akan dibalas dengan balasan yang tiada tara.
Marilah kita renungkan: bukankah Allah telah berfirman bahwa siapa yang meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan balasannya dengan lipat ganda yang banyak? Maka mengapa kita ragu untuk berinfak dan berbuat baik? Mengapa kita mendustakan kebaikan yang telah dijanjikan oleh Rabb Yang Maha Benar?
Ayat ini mengajak kita untuk memperkuat keyakinan bahwa segala yang ada di sisi Allah itu lebih baik dan lebih kekal. Harta yang kita nafkahkan di jalan Allah tidak akan pernah hilang, melainkan akan menjadi simpanan abadi yang kelak kita temui di akhirat dalam bentuk kenikmatan yang tiada putusnya. Maka janganlah sekali-kali kita termasuk golongan yang mendustakan al-Husnā, agar kita tidak termasuk orang-orang yang dipermudah menuju jalan kesengsaraan. Sebaliknya, mari kita jadikan keyakinan pada janji Allah sebagai pendorong untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan berinfak dengan hati yang tenang dan penuh harap.
📜 Ayat 7-11 — Al-Lail
Terjemah — Al-Lail 9
Surat Ayat 9/21 — Al-Lail الليل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Lail Dengarkan, Al-Lail Terjemah, Al-Lail mp3, Al-Lail pdf. Ayat 7–11. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








