Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Āyātillāh: Tanda-tanda kebesaran Allah, bukti-bukti kebenaran, dan mukjizat yang diturunkan kepada para rasul.
- Al-Khāsirīn: Orang-orang yang merugi, yakni mereka yang kehilangan diri mereka sendiri dan segala kebaikan karena mendustakan kebenaran.
Tafsir:
Wahai Nabi Muhammad, janganlah sekali-kali engkau termasuk golongan orang-orang yang mendustakan tanda-tanda kebesaran Allah dan bukti-bukti kebenaran-Nya. Sebab, siapa pun yang mendustakan ayat-ayat Allah—baik berupa wahyu, mukjizat, maupun keajaiban alam semesta—maka ia akan menjadi termasuk orang-orang yang merugi. Kerugian itu bukan sekadar kehilangan harta atau kedudukan, melainkan kerugian yang paling besar: kehilangan diri sendiri, kehilangan petunjuk, dan kehilangan kebahagiaan abadi di akhirat. Mereka yang mendustakan kebenaran akan menuai kemurkaan Allah dan azab yang pedih.
Perlu digarisbawahi, larangan ini ditujukan kepada Nabi sebagai bentuk peringatan yang sangat serius tentang bahayanya sikap ragu dan mendustakan kebenaran. Namun, Allah senantiasa menjaga para nabi-Nya dari perbuatan semacam itu. Maka, larangan ini sesungguhnya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua: betapa besarnya bahaya mendustakan ayat-ayat Allah, sehingga sekadar isyarat pun tidak boleh ada dalam hati seorang mukmin.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga hati dari sikap mendustakan kebenaran. Setiap hari, Allah menghadirkan ayat-ayat-Nya di hadapan kita—baik yang terbaca dalam Al-Qur'an maupun yang terhampar di alam semesta. Ketika kita merenungi keindahan ciptaan-Nya, ketika kita membaca firman-Nya dengan hati yang terbuka, sesungguhnya kita sedang diajak untuk beriman dan bersyukur.
Jangan biarkan kesombongan, hawa nafsu, atau kepentingan duniawi menutup mata hati kita dari kebenaran. Orang yang beruntung adalah mereka yang menerima kebenaran dengan lapang dada, lalu mengamalkannya dengan ikhlas. Sebaliknya, orang yang merugi adalah mereka yang menolak kebenaran meskipun telah jelas di hadapan mereka.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat: jangan pernah ragu terhadap janji Allah, jangan pernah mendustakan ayat-ayat-Nya, dan jangan pernah berpaling dari petunjuk-Nya. Karena kebahagiaan sejati hanya ada pada orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beruntung, bukan termasuk golongan yang merugi. Aamiin.
📜 Ayat 93-97 — Yunus
Terjemah — Yunus 95
Surat Yunus Ayat 95 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sekali-kali janganlah kamu termasuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah…Surat Ayat 95/109 — Yunus يونس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yunus Dengarkan, Yunus Terjemah, Yunus mp3, Yunus pdf. Ayat 93–97. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








