Wa yaa qawmi` maloo `alaa makaanatikum innee `aamilun sawfa ta`lamoona mai yaateehi `azaabuny yukhzeehi wa man huwa kaazib; wartaqibooo innnee ma`akum raqeeb
📖 Terjemah (Arti Bahasa Indonesia)
📖 Arti Bahasa Indonesia
Dan (dia berkata): "Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (Tuhan), sesungguhnya akupun menunggu bersama kamu".
🌐 Additional reference in Melayu
🌐 Melayu
" Dan wahai kaumku, buatlah sedaya upaya kamu (untuk menentang ugama Allah yang aku sampaikan itu), sesungguhnya aku juga tetap berusaha dengan bersungguh-sungguh (untuk mengembangkannya). Kamu akan ketahui siapakah yang akan didatangi azab yang menghinakannya, dan siapa pula yang berdusta. Dan tunggulah, sesungguhnya aku juga turut menunggu bersama-sama kamu".
Dan (dia berkata): "Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (Tuhan), sesungguhnya akupun menunggu bersama kamu".
📜
Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ: menurut keadaan, cara, dan kekuatan kalian masing-masing.
يُخْزِيهِ: menghinakannya, merendahkannya, dan menjadikannya hina.
وَارْتَقِبُوا: tunggulah, nantikanlah.
رَقِيبٌ: orang yang mengawasi dan menunggu.
Tafsir Ayat:
Wahai kaumku, lakukanlah segala yang kalian mampu menurut cara dan keyakinan kalian yang kalian anggap benar itu. Sungguh, aku pun akan terus beramal dengan cara dan keyakinanku yang Allah berikan kepadaku, yaitu berdakwah kepada tauhid dan mengajak kalian kepada kebenaran. Kelak kalian akan mengetahui dengan pasti, siapakah di antara kita yang akan ditimpakan azab yang menghinakan sebagai balasan atas kesombongan dan kedurhakaannya. Kalian juga akan mengetahui siapa di antara kita yang sebenarnya berdusta dalam perkataannya—apakah aku yang berdusta atau kalian yang berdusta. Maka tunggulah dan nantikanlah apa yang akan terjadi, karena sesungguhnya aku pun bersama kalian termasuk orang-orang yang menunggu dan mengawasi.
Ini adalah ancaman yang sangat keras dari Nabi Syu'aib 'alaihissalam kepada kaumnya yang sombong dan menolak kebenaran. Beliau menyerahkan urusan mereka kepada Allah, karena beliau yakin bahwa kebenaran pasti menang dan kebatilan pasti hancur.
Renungan dan Pelajaran:
Ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah sikap mulia: teguh pendirian di atas kebenaran tanpa ragu, meskipun banyak yang menentang. Seorang mukmin tidak perlu takut atau gentar menghadapi ejekan dan ancaman, karena ia yakin Allah selalu bersama orang-orang yang bertakwa. Keyakinan yang kuat akan membuahkan ketenangan hati, dan pada akhirnya kebenaran akan tampak jelas. Maka jadilah hamba yang teguh di atas kebenaran, karena Allah tidak akan pernah menelantarkan hamba-Nya yang berjuang di jalan-Nya.
Mereka berkata: "Hai Syu'aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami telah merajam kamu, sedang kamupun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami".
Syu'aib menjawab: "Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, sedang Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang di belakangmu?. Sesungguhnya (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan".
Dan (dia berkata): "Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (Tuhan), sesungguhnya akupun menunggu bersama kamu".
Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya.
Surat Hud Ayat 93 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan (dia berkata): "Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya akupun…
Surat Ayat 93/123 — Hud هود (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Hud Dengarkan, Hud Terjemah, Hud mp3, Hud pdf. Ayat 91–95. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Situs SurahQuran didirikan sebagai upaya sederhana untuk melayani Kitab Suci dan Sunnah yang mulia, serta berdakwah kepada Allah dan memudahkan ilmu syariat sesuai manhaj Al-Quran dan Sunnah. Kami memuji dan bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya, dan memohon agar Dia menerima amal kami dan menjadikannya ikhlas karena wajah-Nya yang mulia.