Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Yanquḍūna: Membatalkan atau merusak.
- Mīṡāqihī: Perjanjian yang telah diperkuat dan dikokohkan.
- Yaqṭa‘ūna: Memutuskan.
- Al-La‘nah: Dijauhkan dari rahmat Allah.
- Sū’ud-dār: Akibat buruk di negeri akhirat, yaitu neraka.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan sifat-sifat mulia orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kini Allah menyebutkan kebalikannya, yaitu sifat-sifat tercela orang-orang yang ingkar dan durhaka. Mereka adalah golongan yang membatalkan perjanjian dengan Allah setelah perjanjian itu diperkuat dan dikokohkan. Perjanjian itu adalah fitrah yang Allah tanamkan dalam diri setiap manusia untuk mengakui keesaan-Nya, serta janji untuk menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya. Mereka juga memutuskan apa yang Allah perintahkan untuk disambung, seperti tali silaturahmi, hubungan kekerabatan, dan ikatan persaudaraan sesama mukmin. Bahkan sebagian ulama menafsirkan bahwa mereka beriman kepada sebagian rasul dan mengingkari sebagian yang lain, sehingga mereka memutus hubungan dengan risalah para nabi yang sebenarnya satu kesatuan.
Selanjutnya, mereka berbuat kerusakan di muka bumi dengan menyebarkan kemaksiatan, kezaliman, dan segala bentuk pelanggaran terhadap syariat Allah. Mereka tidak hanya merusak hubungan dengan Allah dan sesama manusia, tetapi juga merusak tatanan kehidupan yang harmonis di bumi ini.
Akibat dari semua perbuatan buruk itu, Allah menetapkan bahwa mereka mendapat laknat, yaitu dijauhkan dari rahmat dan kasih sayang Allah, serta mereka mendapat tempat tinggal yang sangat buruk di akhirat kelak, yakni neraka Jahanam yang penuh dengan azab yang pedih. Ini adalah balasan yang setimpal bagi mereka yang memilih jalan kebinasaan daripada jalan keselamatan.
Renungan dan Pelajaran:
Ayat ini mengajarkan kita betapa agungnya kedudukan janji dan amanah dalam Islam. Seorang mukmin adalah orang yang menepati janji, menyambung tali silaturahmi, dan senantiasa berbuat kebaikan di muka bumi. Sebaliknya, orang yang mengingkari janji, memutus silaturahmi, dan berbuat kerusakan akan menuai penyesalan yang tiada berkesudahan.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai cambuk untuk selalu istiqamah di jalan Allah. Jangan pernah meremehkan janji, sekecil apa pun itu. Jangan pernah memutuskan hubungan baik dengan kerabat dan sesama muslim. Dan jangan pernah menjadi agen kerusakan di muka bumi, baik melalui perbuatan, perkataan, maupun sikap. Karena sesungguhnya, kebahagiaan sejati bukan terletak pada kesenangan dunia yang sementara, melainkan pada keridhaan Allah dan surga-Nya yang kekal abadi. Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat-sifat tercela ini dan menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang menepati janji dan berbuat kebaikan. Aamiin.
📜 Ayat 23-27 — Ar-Ra'd
Terjemah — Ar-Ra'd 25
Surat Ar-Ra'd Ayat 25 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan…Surat Ayat 25/43 — Ar-Ra'd الرعد (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ar-Ra'd Dengarkan, Ar-Ra'd Terjemah, Ar-Ra'd mp3, Ar-Ra'd pdf. Ayat 23–27. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








