Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مُهْطِعِينَ (muhthi'în): Orang-orang yang bergegas dengan cepat dalam keadaan takut.
- مُقْنِعِي رُءُوسِهِمْ (muqni'î ru'ûsihim): Orang-orang yang mengangkat kepala mereka.
- لَا يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ (lâ yartaddu ilaihim tharfuhum): Pandangan mata mereka tidak kembali kepada mereka, artinya mata mereka terbelalak dan tidak berkedip.
- وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاءٌ (wa af'idatuhum hawâ'): Hati mereka kosong, tidak berisi apa pun, kehilangan akal dan pemahaman karena ketakutan yang sangat dahsyat.
Tafsir Ayat:
Bayangkanlah hari kiamat tiba, saat seluruh manusia dibangkitkan dari kubur mereka. Pada hari yang mengerikan itu, orang-orang yang zalim keluar dari kubur mereka dengan bergegas-gegas, berlari cepat memenuhi panggilan sang Penyeru dengan penuh ketakutan dan kegentaran. Mereka mengangkat kepala mereka ke langit, tidak mampu menundukkannya, dengan mata terbelalak yang tidak bisa berkedip atau berpaling ke arah lain. Pandangan mereka kosong dan tidak melihat apa pun karena dahsyatnya peristiwa yang mereka saksikan. Hati mereka pun menjadi hampa, kosong dari segala isi, tidak ada akal yang berfungsi, tidak ada pemahaman yang bekerja, semuanya hilang lenyap ditelan rasa takut yang luar biasa. Bahkan hati mereka menjadi seperti wadah kosong yang hanya berisi udara, tidak ada kebaikan, tidak ada harapan, tidak ada daya untuk berpikir.
Inilah gambaran ketakutan yang amat sangat yang akan dialami oleh orang-orang yang durhaka kepada Allah di hari pembalasan nanti. Mereka yang selama di dunia hidup dalam kelalaian dan kesombongan, pada hari itu akan merasakan kehinaan dan ketakutan yang tiada tara. Betapa rugi mereka yang tidak memanfaatkan kehidupan dunia untuk beribadah kepada Allah dan berbuat kebaikan.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita betapa pentingnya mempersiapkan diri menghadapi hari yang agung itu. Ketakutan yang digambarkan dalam ayat ini bukanlah ketakutan yang biasa, melainkan ketakutan yang menghilangkan segala fungsi akal dan hati manusia. Maka, marilah kita jadikan kehidupan dunia ini sebagai ladang amal untuk menuai kebahagiaan di akhirat. Perbanyaklah taubat, perbanyaklah amal saleh, dan janganlah tertipu oleh gemerlap dunia yang sementara. Ingatlah bahwa hari itu pasti datang, dan tidak ada yang dapat menyelamatkan kita selain rahmat Allah dan amal yang ikhlas karena-Nya. Semoga Allah menjauhkan kita dari keadaan yang mengerikan itu dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang berbahagia. Aamiin.
📜 Ayat 41-45 — Ibrahim
Terjemah — Ibrahim 43
Surat Ibrahim Ayat 43 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata…Surat Ayat 43/52 — Ibrahim إبراهيم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ibrahim Dengarkan, Ibrahim Terjemah, Ibrahim mp3, Ibrahim pdf. Ayat 41–45. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








