Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- سَوَّيْتُهُ (sawwaituhu): Aku sempurnakan bentuknya, Aku rapikan dan seimbangkan penciptaannya.
- نَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِي (nafakhtu fīhi min rūḥī): Aku tiupkan ke dalamnya sebagian dari ruh yang Aku ciptakan, yaitu ruh yang dimuliakan dengan penyandaran kepada Allah sebagai bentuk penghormatan.
- فَقَعُوا (faqa'ū): Maka jatuhlah kalian, tunduklah kalian.
- سَاجِدِينَ (sājidīn): Orang-orang yang bersujud, yaitu sujud penghormatan dan pengagungan, bukan sujud ibadah.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia, renungkanlah keagungan Allah yang telah menciptakan Adam dengan tangan kekuasaan-Nya. Ketika Allah telah menyempurnakan bentuk fisik Adam, menjadikannya seimbang dan indah dalam penciptaannya, lalu meniupkan ke dalam dirinya ruh yang mulia — ruh yang diciptakan khusus oleh Allah dan disandarkan kepada-Nya sebagai bentuk kemuliaan — maka jadilah Adam makhluk yang hidup, bernyawa, dan berbeda dari makhluk lainnya.
Pada saat itulah Allah memerintahkan para malaikat untuk sujud kepada Adam sebagai bentuk penghormatan dan pengagungan, bukan sebagai sujud ibadah. Sujud ibadah hanyalah milik Allah semata. Ini adalah ujian ketaatan bagi para malaikat, sekaligus bukti kemuliaan Adam sebagai khalifah di bumi.
Perhatikanlah bagaimana Allah memuliakan manusia dengan ruh yang ditiupkan ke dalam dirinya. Ini menunjukkan bahwa manusia memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah. Maka sudah sepantasnya kita sebagai manusia senantiasa bersyukur kepada Allah atas kemuliaan ini, dan menggunakan akal serta hati kita untuk taat kepada-Nya, bukan justru bermaksiat kepada-Nya.
Ayat ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya tawadhu' (rendah hati) dan ketaatan kepada perintah Allah. Para malaikat yang mulia pun diperintahkan untuk sujud menghormati Adam, maka bagaimana mungkin kita sebagai manusia merasa sombong dan enggan tunduk kepada perintah Allah? Mari kita jadikan kisah ini sebagai pelajaran berharga: ketaatan kepada Allah adalah kunci kemuliaan, dan kesombongan adalah awal kehancuran, sebagaimana yang terjadi pada iblis yang enggan sujud karena kesombongannya.
Semoga kita senantiasa menjadi hamba-hamba yang taat, rendah hati, dan selalu bersyukur atas nikmat Allah yang tiada terhingga. Aamiin.
📜 Ayat 27-31 — Al-Hijr
Terjemah — Al-Hijr 29
Surat Al-Hijr Ayat 29 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan…Surat Ayat 29/99 — Al-Hijr الحجر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hijr Dengarkan, Al-Hijr Terjemah, Al-Hijr mp3, Al-Hijr pdf. Ayat 27–31. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








