Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- تَعُدُّوا = kalian menghitung.
- نِعْمَةَ = nikmat (kenikmatan yang diberikan oleh Allah).
- لَا تُحْصُوهَا = kalian tidak akan mampu menghitungnya secara menyeluruh, karena terlalu banyak dan beragam.
- لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ = sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia, jika kalian mencoba menghitung seluruh nikmat Allah yang telah Dia limpahkan kepada kalian—baik yang tampak maupun yang tersembunyi, yang besar maupun yang kecil, yang bersifat fisik maupun spiritual—maka kalian tidak akan pernah mampu menghitungnya hingga tuntas. Nikmat Allah itu bagaikan lautan yang tak bertepi; setiap kali kalian menyelami satu bagian, kalian akan menemukan bagian lain yang jauh lebih luas. Dari napas yang keluar-masuk, detak jantung yang terus berdenyut, kesehatan tubuh, akal yang berfungsi, hingga iman yang menjadi penerang hati—semuanya adalah nikmat yang tak terhitung jumlahnya.
Namun di balik semua itu, Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak pernah meminta balasan yang memberatkan. Dia hanya meminta kalian bersyukur. Dan karena kalian sering lalai dalam mensyukuri nikmat-nikmat tersebut, Allah tetap melimpahkan kasih sayang-Nya. Dia tidak menyegerakan hukuman atas kelalaian kalian, tidak memutuskan rezeki karena kemaksiatan kalian, dan tidak menahan rahmat-Nya karena kekurangan kalian dalam berterima kasih. Inilah bukti bahwa Allah itu Maha Pengampun—Dia memaafkan kekurangan syukur kalian—dan Maha Penyayang—Dia tetap memberi nikmat meskipun kalian sering lupa mensyukurinya.
Hikmah dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah sejenak: setiap kali kita membuka mata di pagi hari, kita telah menerima nikmat yang tak ternilai—penglihatan yang berfungsi, pendengaran yang bekerja, dan kehidupan yang masih berlanjut. Bahkan untuk sekadar bersyukur atas satu nikmat saja, kita membutuhkan nikmat lain yang memungkinkan kita bersyukur. Subhanallah, ini menunjukkan betapa luasnya karunia Allah kepada kita.
Ayat ini mengajarkan kita untuk tidak pernah merasa cukup dalam bersyukur. Setiap kali kita merasa telah bersyukur, sebenarnya masih ada ribuan nikmat lain yang belum kita sadari. Maka, jadikanlah setiap detik kehidupan ini sebagai momen untuk memuji Allah. Jangan biarkan lisan kita kering dari ucapan "Alhamdulillah", dan jangan biarkan hati kita lalai dari mengingat Sang Pemberi Nikmat.
Ketahuilah, Allah tidak butuh syukur kita—Dia Maha Kaya. Tetapi syukur itu adalah kunci bagi kita untuk merasakan kebahagiaan sejati dan bertambahnya nikmat. Allah berfirman dalam hadits qudsi: "Jika kalian bersyukur, niscaya Aku tambahkan nikmat-Ku kepada kalian." Maka perbanyaklah bersyukur, niscaya pintu-pintu kebaikan akan terbuka lebar untuk kita semua. Dan ingatlah selalu bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang—tidak ada satu pun dosa yang tidak bisa diampuni-Nya selama kita mau kembali kepada-Nya dengan tulus.
📜 Ayat 16-20 — An-Nahl
Terjemah — An-Nahl 18
Surat An-Nahl Ayat 18 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat…Surat Ayat 18/128 — An-Nahl النحل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nahl Dengarkan, An-Nahl Terjemah, An-Nahl mp3, An-Nahl pdf. Ayat 16–20. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








