Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مَا يَكْرَهُونَ (maa yakrahūn): Apa yang mereka benci, yaitu anak perempuan. Mereka membenci anak perempuan dan menganggapnya sebagai aib, namun mereka menisbatkannya kepada Allah.
- الْحُسْنَى (al-ḥusnā): Akibat yang baik atau kedudukan yang mulia.
- لَا جَرَمَ (lā jarama): Sungguh, pasti, atau benar-benar.
- مُفْرَطُونَ (mufraṭūn): Orang-orang yang dilalaikan, ditinggalkan, atau didahulukan untuk dilemparkan ke dalam neraka.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengungkapkan keburukan perilaku orang-orang musyrik yang sangat kontradiktif dan tidak masuk akal. Mereka menisbatkan kepada Allah apa yang mereka sendiri benci, yaitu anak-anak perempuan. Padahal ketika salah seorang dari mereka diberi kabar tentang kelahiran anak perempuan, wajahnya menjadi hitam pekat dan ia menahan amarah yang memuncak. Sungguh ironis, mereka membenci sesuatu tetapi justru menyandarkannya kepada Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi.
Lebih parah lagi, lisan-lisan mereka dengan lancangnya mengucapkan kebohongan bahwa mereka akan mendapatkan akibat yang baik dan kedudukan yang mulia di sisi Allah. Mereka berkata: "Jika kami dibangkitkan, kami akan mendapatkan surga dan kenikmatan." Padahal mereka sendiri mengingkari hari kebangkitan, dan jika pun mereka mengakuinya, mereka mengira akan mendapat tempat yang baik.
Allah membantah kebohongan mereka dengan tegas: "لَا جَرَمَ" — sungguh, pasti dan tidak diragukan lagi — bahwa mereka akan mendapatkan neraka sebagai balasan atas kejahatan dan kedustaan mereka. Mereka akan dimasukkan ke dalam api yang menyala-nyala, dan mereka akan dilalaikan di dalamnya, ditinggalkan tanpa pertolongan, dan didahulukan untuk dilemparkan ke dalam azab yang pedih. Tidak ada seorang pun yang akan menolong mereka, dan tidak ada jalan keluar bagi mereka dari siksa yang kekal.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa buruknya akibat dari kedustaan dan kesombongan terhadap Allah. Orang-orang musyrik itu telah menzalimi diri mereka sendiri dengan menisbatkan kekurangan kepada Allah, lalu mengklaim kebaikan untuk diri mereka tanpa dasar. Sungguh, ini adalah kebodohan yang sangat besar.
Marilah kita renungkan: betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk selalu jujur, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Islam memuliakan anak perempuan dan menjadikan mereka sebagai sumber keberkahan. Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan lalu ia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi perisai baginya dari api neraka." (HR. Bukhari dan Muslim)
Janganlah kita menjadi seperti orang-orang yang mengklaim kebaikan tanpa amal saleh. Ketahuilah bahwa surga itu mahal harganya, ia tidak diberikan kepada orang yang berdusta dan bermaksiat. Namun kabar gembira bagi kita, pintu taubat selalu terbuka. Selama kita masih hidup, selama itu pula kita bisa kembali kepada Allah dengan hati yang bersih, lisan yang jujur, dan amal yang saleh.
Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat-sifat orang musyrik dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang jujur dan bertakwa. Aamiin.
📜 Ayat 60-64 — An-Nahl
Terjemah — An-Nahl 62
Surat An-Nahl Ayat 62 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya,…Surat Ayat 62/128 — An-Nahl النحل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nahl Dengarkan, An-Nahl Terjemah, An-Nahl mp3, An-Nahl pdf. Ayat 60–64. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








