Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَتَقْعُدَ (maka engkau akan duduk): Maksudnya adalah engkau akan menjadi atau berada dalam keadaan.
- مَذْمُومًا (tercela): Engkau akan mendapatkan celaan dan hinaan.
- مَخْذُولًا (terhina/terlantarkan): Engkau akan menjadi orang yang hina, tidak ada yang menolongmu.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia, janganlah sekali-kali engkau menjadikan sesembahan lain di samping Allah Subhanahu wa Ta'ala. Janganlah engkau mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun dalam ibadahmu. Jika engkau melanggar larangan ini, maka akibatnya sangat buruk: engkau akan menjadi orang yang tercela di sisi Allah dan di mata hamba-hamba-Nya yang saleh. Tidak ada seorang pun yang akan memujimu, bahkan engkau akan menjadi orang yang hina dan terlantarkan, tidak ada yang membelamu atau menolongmu dari azab Allah.
Ayat ini menegaskan bahwa kemurnian tauhid adalah kunci kebahagiaan dan kehormatan seorang hamba. Siapa yang mentauhidkan Allah dengan ikhlas, maka ia akan mulia di dunia dan akhirat. Sebaliknya, siapa yang menyekutukan Allah, maka ia akan menuai kehinaan dan kerugian yang tiada tara.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah betapa Allah Yang Maha Penyayang mengingatkan kita dengan bahasa yang sangat tegas namun penuh kasih. Allah tidak membutuhkan ibadah kita, tetapi kitalah yang sangat membutuhkan-Nya. Ketika kita menjadikan Allah satu-satunya sesembahan, hati kita menjadi tenang, hidup kita terarah, dan masa depan kita terjamin. Janganlah kita tertipu oleh gemerlap dunia yang sementara, karena segala sesuatu selain Allah adalah fana dan tidak mampu memberikan pertolongan sedikit pun.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai cermin bagi diri kita. Periksa kembali hati kita, apakah ada sekecil apa pun kesyirikan yang bersemayam di dalamnya? Baik itu syirik dalam ibadah, syirik dalam niat, maupun syirik dalam ketaatan. Bersihkanlah hati kita hanya untuk Allah semata, niscaya Allah akan memuliakan kita di dunia dan di akhirat. Ingatlah, kemuliaan sejati bukan terletak pada harta, pangkat, atau pengakuan manusia, melainkan pada ketundukan kita kepada Allah Yang Maha Esa.
📜 Ayat 20-24 — Al-Isra
Terjemah — Al-Isra 22
Surat Ayat 22/111 — Al-Isra الإسراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Isra Dengarkan, Al-Isra Terjemah, Al-Isra mp3, Al-Isra pdf. Ayat 20–24. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








