Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Qadha (قضى): Memerintahkan dengan tegas dan mewajibkan.
- Ihsan (إحسانًا): Berbuat baik dengan sebaik-baiknya, penuh kasih sayang dan kelembutan.
- Uffin (أُفٍّ): Kata ungkapan rasa bosan, jengkel, atau tidak suka. Ini adalah bentuk terkecil dari perkataan yang menyakiti hati.
- Tanharhumā (تَنْهَرْهُمَا): Membentak, menghardik, atau berkata kasar dengan nada marah.
- Qaulan Karīmā (قَوْلًا كَرِيمًا): Perkataan yang mulia, lembut, penuh hormat, dan menyenangkan hati.
Tafsir Lengkap:
Wahai hamba Allah yang beriman, ketahuilah bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menetapkan dan mewajibkan dengan tegas kepada seluruh umat manusia agar tidak menyembah kecuali hanya kepada-Nya semata. Tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada yang berhak diibadahi selain Dia. Ini adalah perintah pertama dan yang paling agung, karena tauhid adalah pondasi segala amal.
Setelah perintah ibadah kepada Allah, langsung diiringi dengan perintah berbuat ihsan (kebaikan yang sempurna) kepada kedua orang tua. Sungguh indah susunan ini—Allah menggandengkan hak orang tua dengan hak-Nya, menunjukkan betapa agungnya kedudukan mereka dalam Islam. Berbuat baik kepada keduanya bukan sekadar ucapan "terima kasih", melainkan pengabdian yang tulus, ketaatan dalam kebaikan, dan kasih sayang yang tiada putus.
Perhatikanlah keistimewaan ayat ini: Allah secara khusus menyebutkan keadaan ketika orang tua kita telah lanjut usia dan berada dalam pemeliharaan kita. "IMMA YABLUGHANNA 'INDAKA AL-KIBAR" — ketika salah satu atau keduanya telah mencapai usia senja di sisi kita, saat mereka menjadi lemah, pikun, dan mungkin merepotkan, di saat itulah ujian kesabaran kita benar-benar diuji. Mereka yang dahulu menggendong kita dengan penuh cinta, kini mungkin tidak mampu lagi berjalan tanpa bantuan. Mereka yang dahulu menyuapi kita dengan sabar, kini mungkin kesulitan makan sendiri.
Dalam kondisi inilah Allah melarang kita—dengan larangan yang sangat tegas—untuk mengucapkan "ah" (uffin) sekalipun. Bayangkan, hanya satu kata kecil yang menunjukkan rasa jengkel saja dilarang, apalagi perkataan yang lebih kasar dari itu. Allah juga melarang kita membentak atau menghardik mereka dengan nada suara yang meninggi. Sungguh, ini adalah pelajaran betapa tingginya penghormatan yang harus kita jaga kepada kedua orang tua, bahkan di saat-saat tersulit sekalipun.
Sebagai gantinya, Allah memerintahkan kita untuk mengucapkan kepada mereka perkataan yang mulia (qaulan karima)—kata-kata yang lembut, penuh penghormatan, menyejukkan hati, dan membuat mereka merasa dicintai dan dihargai. Ucapkanlah dengan senyuman, dengan nada yang rendah dan penuh kasih, sebagaimana mereka dahulu berbicara kepada kita ketika kita masih kecil.
Renungkanlah wahai saudaraku: orang tuamu adalah pintu menuju surga. Ketika mereka telah tua dan lemah, sesungguhnya di situlah ladang pahala terbentang luas bagimu. Setiap kesabaranmu, setiap senyumanmu, setiap doa yang engkau panjatkan untuk mereka, akan menjadi cahaya bagimu di akhirat kelak. Jangan sampai engkau menyesal setelah mereka tiada, ketika pintu kebaikan itu telah tertutup. Maka hari ini, selagi mereka masih ada, hiasilah hidupmu dengan bakti yang tulus, karena ridha Allah terletak pada ridha mereka.
📜 Ayat 21-25 — Al-Isra
Terjemah — Al-Isra 23
Surat Al-Isra Ayat 23 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia…Surat Ayat 23/111 — Al-Isra الإسراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Isra Dengarkan, Al-Isra Terjemah, Al-Isra mp3, Al-Isra pdf. Ayat 21–25. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








