Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- السَّاعَةَ قَائِمَةً: Hari Kiamat itu terjadi dan berdiri.
- رُدِدتُّ: Aku dikembalikan (dibangkitkan) setelah mati.
- مُنقَلَبًا: Tempat kembali, tempat berpulang, atau tempat akhir.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan perkataan seorang lelaki kafir yang memiliki dua kebun anggur yang subur dan makmur. Ia berbangga diri dengan hartanya dan merasa dirinya mulia. Ketika sahabatnya yang beriman menasihatinya agar bersyukur dan bertakwa kepada Allah, ia justru membalas dengan kesombongan dan keingkaran.
Ia berkata: "Aku tidak menyangka bahwa Hari Kiamat itu akan terjadi. Kehidupan ini hanyalah kehidupan dunia yang terus berjalan, tidak ada kebangkitan setelah mati." Lebih lanjut, ia berkata dengan penuh kesombongan: "Dan sekiranya aku benar-benar dikembalikan kepada Tuhanku sebagaimana yang kamu katakan wahai orang yang beriman, maka sungguh aku akan mendapatkan tempat kembali yang lebih baik daripada kebun ini." Ia mengira bahwa kekayaan dan kenikmatan dunia yang ia peroleh adalah bukti kemuliaannya di sisi Allah, sehingga di akhirat kelak ia pun akan mendapatkan yang lebih baik lagi.
Perkataan ini menunjukkan betapa dangkalnya pemahaman orang kafir terhadap hakikat kehidupan. Mereka mengukur kemuliaan hanya dengan harta dan kedudukan duniawi, serta mengingkari adanya hari pembalasan. Padahal, Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan rezeki di dunia kepada siapa saja yang Dia kehendaki, baik yang beriman maupun yang kafir, sebagai ujian, bukan sebagai tanda kemuliaan mutlak.
Pesan Dakwah dan Pelajaran Berharga:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat dalam. Janganlah sekali-kali kita tertipu oleh kemewahan dunia dan merasa aman dari kekuasaan Allah. Kekayaan, jabatan, dan kenikmatan dunia hanyalah titipan sementara yang bisa hilang kapan saja. Yang kekal hanyalah akhirat.
Orang yang beriman memandang dunia sebagai ladang untuk menanam amal saleh, bukan sebagai tujuan akhir. Ia selalu ingat bahwa setelah kehidupan ini ada hari perhitungan, di mana setiap amal akan dibalas dengan adil oleh Allah. Maka, marilah kita jadikan keimanan kepada Hari Akhir sebagai pengendali diri kita. Dengan meyakini adanya hari pembalasan, kita akan senantiasa berhati-hati dalam bertindak, bersungguh-sungguh dalam beribadah, dan tidak silau oleh gemerlapnya dunia.
Ingatlah, kemuliaan sejati di sisi Allah bukan diukur dari banyaknya harta, melainkan dari ketakwaan dan keikhlasan hati. Maka, perbanyaklah syukur atas nikmat yang Allah berikan, dan gunakanlah setiap kesempatan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang cerdas, yang tidak tertipu oleh dunia dan senantiasa mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal. Aamiin.
📜 Ayat 34-38 — Al-Kahf
Terjemah — Al-Kahf 36
Surat Al-Kahf Ayat 36 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan…Surat Ayat 36/110 — Al-Kahf الكهف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Kahf Dengarkan, Al-Kahf Terjemah, Al-Kahf mp3, Al-Kahf pdf. Ayat 34–38. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








