Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- ذَٰلِكَ : Itu (yang dimaksud adalah peristiwa hilangnya ikan).
- مَا كُنَّا نَبْغِ : Apa yang selama ini kita cari dan inginkan.
- فَارْتَدَّا : Maka keduanya kembali.
- عَلَىٰ آثَارِهِمَا : Menelusuri jejak langkah mereka berdua.
- قَصَصًا : Mengikuti bekas-bekas jejak tersebut.
Tafsir Ayat:
Ketika Nabi Musa 'alaihissalam mendengar kabar dari pembantunya tentang ikan yang telah hidup kembali dan melompat ke laut, beliau pun berseru dengan penuh keyakinan: "Itulah yang selama ini kita cari!" Beliau menyadari bahwa peristiwa hilangnya ikan tersebut adalah tanda yang telah dijanjikan Allah sebagai petunjuk tempat bertemunya beliau dengan Nabi Khidir 'alaihissalam. Maka keduanya segera kembali menelusuri jalan yang telah mereka lalui, mengikuti jejak kaki mereka sendiri dengan penuh ketelitian agar tidak tersesat, hingga sampailah mereka di batu besar tempat kejadian ikan itu melompat, dan dari situlah mereka menemukan jalan menuju tempat Nabi Khidir.
Ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran berharga: bahwa seorang mukmin yang benar-benar mencari kebenaran dan ilmu yang bermanfaat tidak akan merasa lelah atau putus asa, meskipun harus menempuh perjalanan panjang dan melelahkan. Nabi Musa 'alaihissalam adalah seorang nabi yang mulia, namun beliau tetap bersedia kembali menelusuri jejaknya demi mendapatkan ilmu yang lebih tinggi. Ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu adalah perjalanan yang penuh perjuangan, dan orang yang bersungguh-sungguh pasti akan menemukan jalannya.
Saudaraku, renungkanlah betapa indahnya semangat Nabi Musa dalam mencari ilmu. Beliau tidak malu untuk kembali ke tempat yang telah ia lewati, tidak merasa berat untuk menempuh perjalanan yang sama, karena beliau tahu bahwa di balik kesulitan itu tersimpan hikmah yang besar. Begitu pula dalam kehidupan kita, janganlah pernah bosan untuk belajar dan memperbaiki diri. Setiap langkah yang kita tempuh dalam ketaatan kepada Allah, setiap usaha yang kita lakukan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, pasti akan berbuah kebaikan. Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh mencari ridha-Nya.
Dan ketahuilah, bahwa pertemuan Nabi Musa dengan Nabi Khidir adalah bukti kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang rindu akan ilmu dan hikmah. Maka bersemangatlah dalam menuntut ilmu agama, karena dengannya hati menjadi tenang, iman menjadi kokoh, dan hidup menjadi terarah. Semoga Allah memudahkan kita untuk selalu berada di jalan yang diridhai-Nya dan mempertemukan kita dengan orang-orang saleh yang dapat menuntun kita menuju kebaikan. Aamiin.
📜 Ayat 62-66 — Al-Kahf
Terjemah — Al-Kahf 64
Surat Al-Kahf Ayat 64 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Musa berkata: "Itulah (tempat) yang kita cari". Lalu keduanya kembali,…Surat Ayat 64/110 — Al-Kahf الكهف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Kahf Dengarkan, Al-Kahf Terjemah, Al-Kahf mp3, Al-Kahf pdf. Ayat 62–66. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








