Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Zubar: potongan-potongan besi yang besar.
- Ash-Shadafain: kedua sisi gunung yang saling berhadapan.
- Qithran: tembaga yang dicairkan/dilebur.
Tafsir:
Ayat ini menggambarkan kelanjutan kisah Dzulqarnain yang agung, seorang raja shalih yang diberi kekuasaan oleh Allah untuk menaklukkan bumi. Ketika ia sampai di antara dua gunung yang menjadi celah bagi serangan Ya'juj dan Ma'juj, penduduk setempat memohon pertolongannya untuk membangun penghalang yang kokoh.
Dengan penuh kebijaksanaan dan kekuatan yang dianugerahkan Allah, Dzulqarnain memerintahkan: *"Bawalah kepadaku potongan-potongan besi yang besar!"* Maka para pekerja pun segera mengumpulkan besi-besi tersebut. Ia menyusunnya dengan rapi hingga menutupi celah di antara kedua gunung itu, dari bawah sampai ke puncaknya. Ketika kedua sisi gunung telah sejajar dengan bangunan besi tersebut, ia memerintahkan: *"Tiuplah (api)!"* Maka para pekerja menyalakan api yang sangat besar dan meniupnya dengan alat-alat peniup hingga besi-besi itu menjadi merah membara seperti bara api.
Setelah besi itu menjadi sangat panas dan merah menyala, Dzulqarnain berkata: *"Bawalah kepadaku tembaga cair, lalu aku tuangkan ke atasnya!"* Maka tembaga cair itu pun dituangkan ke atas celah-celah besi yang membara, sehingga menyatu dan menjadi satu benteng yang sangat kokoh dan kuat, tidak mampu ditembus oleh Ya'juj dan Ma'juj.
Renungan dan Pelajaran:
Sungguh luar biasa kisah ini! Ia menunjukkan bahwa ketika seorang hamba menggunakan kekuatan dan kemampuan yang Allah berikan untuk kebaikan dan melindungi manusia, maka Allah akan memudahkan segala urusannya. Dzulqulnain tidak sombong dengan kekuasaannya, bahkan ia mengakui bahwa semua ini adalah rahmat dari Tuhannya.
Saudaraku, lihatlah bagaimana kerja keras, kesabaran, dan kecerdasan Dzulqarnain dalam membangun benteng ini. Ia tidak berpangku tangan, tetapi ia terjun langsung mengatur, memerintah, dan menyelesaikan setiap tahapan dengan teliti. Ini mengajarkan kita bahwa untuk mencapai sesuatu yang besar, kita harus melalui proses yang panjang dan penuh kesungguhan.
Dan yang lebih indah lagi, setelah selesai membangun benteng yang sangat kokoh itu, Dzulqarnain berkata: *"Ini adalah rahmat dari Tuhanku"* (QS. Al-Kahfi: 98). Ia tidak mengklaim keberhasilan itu miliknya, tetapi ia mengembalikan segala pujian kepada Allah. Inilah akhlak seorang mukmin sejati—selalu rendah hati dan bersandar kepada Allah dalam setiap keberhasilan.
Marilah kita teladani semangat Dzulqarnain dalam membangun peradaban dan melindungi sesama. Jadikan setiap kemampuan yang Allah berikan—baik ilmu, harta, maupun kekuasaan—sebagai sarana untuk berbuat kebaikan dan menolong orang lain. Karena sesungguhnya, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
📜 Ayat 94-98 — Al-Kahf
Terjemah — Al-Kahf 96
Surat Al-Kahf Ayat 96 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : berilah aku potongan-potongan besi". Hingga apabila besi itu telah sama…Surat Ayat 96/110 — Al-Kahf الكهف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Kahf Dengarkan, Al-Kahf Terjemah, Al-Kahf mp3, Al-Kahf pdf. Ayat 94–98. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








