Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Al-Mawaali (الْمَوَالِيَ): kerabat atau keluarga dekat dari pihak bapak (asabah) yang akan mewarisi dan menggantikan posisinya.
- Min Waroo-i (مِن وَرَائِي): setelah kepergianku (sepeninggalku).
- Aaqiran (عَاقِرًا): mandul, tidak dapat melahirkan anak.
- Hab li (هَبْ لِي): karuniakanlah/berikanlah kepadaku.
- Min ladunka (مِن لَّدُنكَ): dari sisi-Mu, yakni dengan kekuasaan dan rahmat-Mu.
- Waliyyan (وَلِيًّا): seorang putra yang akan menggantikan dan mengurus urusan setelahku.
Tafsir Lengkap:
Nabi Zakaria 'alaihissalam mengungkapkan kegelisahan dan kekhawatiran yang mendalam dalam doanya kepada Allah. Beliau merasa khawatir terhadap keadaan kaumnya sepeninggalnya nanti. Beliau khawatir terhadap kerabat dan keluarga dekatnya yang akan menggantikan posisinya dalam memimpin dan mengurus urusan agama. Beliau takut mereka tidak akan mampu menegakkan agama Allah dengan benar, tidak akan menjaga hukum-hukum-Nya, dan tidak akan menyeru hamba-hamba Allah kepada kebaikan. Kekhawatiran ini muncul karena beliau menyaksikan sendiri bagaimana Bani Israil sebelumnya telah mengubah ajaran agama, membunuh para nabi, dan berpaling dari kebenaran.
Di samping itu, istrinya dalam keadaan mandul (tidak dapat melahirkan anak), sehingga tidak ada harapan baginya untuk memiliki keturunan secara alami. Namun, justru dalam kondisi yang tampak mustahil inilah beliau menunjukkan ketauhidan dan keyakinannya yang luar biasa kepada Allah. Beliau tidak berputus asa dari rahmat Allah, melainkan memohon dengan penuh harap: *"Ya Rabb-ku, karuniakanlah kepadaku dari sisi-Mu seorang putra yang saleh."* Beliau meminta bukan sekadar anak, melainkan seorang *waliyy* — yaitu anak yang akan mewarisi ilmu, agama, dan melanjutkan perjuangan dakwahnya setelah beliau tiada.
Inilah pelajaran berharga bagi kita semua: ketika jalan tampak tertutup dan harapan terasa mustahil, kita diajarkan untuk tetap bersandar kepada Allah Yang Maha Kuasa. Allah yang menciptakan sebab-sebab juga mampu menciptakan jalan keluar di luar kebiasaan. Sebagaimana Allah mengabulkan doa Nabi Zakaria dengan melahirkan Yahya 'alaihissalam dari rahim yang mandul, demikian pula Allah mampu mengubah segala keadaan yang tampak mustahil menjadi kemudahan bagi hamba-Nya yang berdoa dengan sungguh-sungguh dan berharap kepada-Nya.
Doa ini juga mengajarkan kita untuk memperhatikan generasi penerus — agar kita tidak hanya sibuk dengan urusan dunia, tetapi juga memohonkan keturunan yang saleh yang akan menjaga agama Allah dan melanjutkan kebaikan setelah kita tiada. Sungguh, anak yang saleh adalah investasi terbesar yang tidak akan pernah putus pahalanya, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ bahwa amal yang terus mengalir salah satunya adalah doa anak saleh yang mendoakan orang tuanya.
📜 Ayat 3-7 — Maryam
Terjemah — Maryam 5
Surat Maryam Ayat 5 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah…Surat Ayat 5/98 — Maryam مريم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Maryam Dengarkan, Maryam Terjemah, Maryam mp3, Maryam pdf. Ayat 3–7. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








