Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- اسْجُدُوا (sujudlah): Sujud di sini adalah sujud penghormatan dan pengagungan, bukan sujud ibadah. Ini merupakan perintah dari Allah kepada para malaikat sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Adam 'alaihissalam.
- أَبَى (enggan/menolak): Menolak dengan tegas dan keras, bukan sekadar tidak mau, tetapi disertai pembangkangan.
- وَاسْتَكْبَرَ (dan menyombongkan diri): Merasa dirinya lebih tinggi dan lebih mulia daripada Adam, sehingga enggan tunduk kepada perintah Allah.
- مِنَ الْكَافِرِينَ (termasuk golongan orang-orang kafir): Menjadi bagian dari orang-orang yang mengingkari perintah Allah dan menutup kebenaran.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, ingatlah dan sampaikanlah kepada umatmu sebuah peristiwa agung yang menunjukkan kemuliaan manusia di sisi Allah. Ketika Allah menciptakan Nabi Adam 'alaihissalam dengan tangan-Nya dan meniupkan ruh-Nya ke dalam dirinya, Allah memerintahkan seluruh malaikat yang mulia untuk bersujud kepada Adam sebagai bentuk penghormatan dan pengagungan, serta sebagai ujian ketaatan mereka kepada perintah Allah.
Para malaikat yang senantiasa taat dan patuh kepada Allah langsung melaksanakan perintah tersebut dengan penuh kerendahan hati. Mereka bersujud kepada Adam sebagai wujud ketaatan mutlak kepada Allah. Namun, ada satu makhluk yang membangkang, yaitu Iblis. Ia menolak untuk bersujud, menyombongkan diri, dan merasa lebih mulia daripada Adam. Ia berkata bahwa ia diciptakan dari api, sedangkan Adam diciptakan dari tanah, sehingga ia merasa lebih baik dan lebih tinggi derajatnya.
Dengan penolakan dan kesombongannya itu, Iblis telah keluar dari ketaatan kepada Allah dan menjadi termasuk golongan orang-orang kafir yang ingkar kepada perintah Tuhannya. Padahal, dalam ilmu Allah yang terdahulu, Iblis telah ditetapkan sebagai makhluk yang akan menjadi penghuni neraka karena pembangkangannya ini.
Hikmah dan Pelajaran:
Peristiwa ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Pertama, kita melihat betapa mulianya kedudukan manusia di sisi Allah, sampai-sampai Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Adam. Ini menunjukkan bahwa manusia diciptakan dengan sebaik-baik bentuk dan memiliki potensi yang luar biasa untuk meraih derajat yang tinggi di sisi Allah melalui iman dan amal saleh.
Kedua, kita belajar tentang bahaya kesombongan. Iblis diusir dari rahmat Allah bukan karena ia tidak mengetahui kebenaran, tetapi karena kesombongannya menghalangi dirinya untuk tunduk kepada perintah Allah. Kesombongan adalah penyakit hati yang paling berbahaya, yang dapat menjerumuskan seseorang ke dalam kekufuran. Oleh karena itu, hendaknya kita senantiasa merendahkan hati, menjauhi sifat takabur, dan selalu patuh kepada perintah Allah serta Rasul-Nya.
Ketiga, ketaatan para malaikat yang langsung melaksanakan perintah Allah tanpa ragu menjadi teladan bagi kita. Sebagai hamba Allah, kita harus senantiasa bersegera dalam ketaatan dan menjauhi segala larangan-Nya. Jangan biarkan hawa nafsu dan kesombongan menghalangi kita untuk tunduk kepada kebenaran.
Semoga Allah melindungi kita dari sifat sombong dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang taat dan rendah hati. Aamiin.
📜 Ayat 32-36 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 34
Surat Al-Baqarah Ayat 34 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu…Surat Ayat 34/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 32–36. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








