Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- "Wa 'anatil-wujūhu": Wajah-wajah itu tunduk dan hina. Maksudnya, seluruh wajah makhluk merendahkan diri dan tunduk dengan penuh kehinaan di hadapan Allah.
- "Al-Hayyul-Qayyūm": Yang Maha Hidup (yang memiliki kehidupan sempurna yang tidak akan mati) dan Maha Berdiri Sendiri (yang mengurus dan mengatur segala urusan makhluk-Nya tanpa membutuhkan bantuan siapa pun).
- "Khāba": Rugi, gagal, dan celaka.
- "Dhulman": Kezaliman, dan dalam konteks ini yang dimaksud adalah syirik (menyekutukan Allah).
Tafsir:
Pada hari kiamat kelak, seluruh wajah makhluk akan tunduk dan merendahkan diri di hadapan Allah Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Tidak ada satu pun yang mampu mengangkat kepalanya atau membantah ketetapan-Nya. Semua tunduk dalam kehinaan di hadapan keagungan-Nya. Allah adalah Dzat yang memiliki kehidupan yang sempurna, kekal, dan tidak akan pernah mati. Dia juga yang mengurus dan mengatur seluruh alam semesta, dari yang terkecil hingga yang terbesar, tanpa memerlukan bantuan siapa pun.
Pada saat itulah tampak jelas siapa yang beruntung dan siapa yang merugi. Sungguh merugi dan celaka orang yang membawa kezaliman — yaitu kesyirikan dan kemaksiatan — di hadapan Allah. Mereka yang selama di dunia menyekutukan Allah, beribadah kepada selain-Nya, atau melakukan kezaliman terhadap sesama tanpa bertobat, maka pada hari itu mereka akan menuai kerugian yang sangat besar. Tidak ada yang dapat menolong mereka, dan tidak ada tempat berlindung dari azab Allah.
Renungkanlah wahai saudaraku! Betapa agungnya hari itu, ketika seluruh makhluk — baik yang taat maupun yang durhaka — sama-sama tunduk di hadapan Allah. Maka beruntunglah orang yang sejak di dunia telah merendahkan diri kepada Allah dengan ketaatan dan keikhlasan, karena kehinaan di dunia karena Allah akan menjadi kemuliaan di akhirat. Sebaliknya, celakalah orang yang sombong di dunia dan membawa kezaliman syirik di hadapan Rabb-nya, karena ia akan menuai kehinaan yang abadi.
Oleh karena itu, marilah kita jauhi segala bentuk kesyirikan dan kezaliman, dan senantiasa perbaiki hubungan kita dengan Allah serta dengan sesama manusia. Sesungguhnya Allah Maha Hidup dan Maha Mengurus segala urusan kita, maka serahkanlah segala urusan hanya kepada-Nya, dan jadikanlah ketundukan kita kepada-Nya sebagai jalan menuju kebahagiaan yang hakiki di dunia maupun di akhirat.
📜 Ayat 109-113 — Taha
Terjemah — Taha 111
Surat Taha Ayat 111 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang…Surat Ayat 111/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 109–113. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








