Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَأَجْمِعُوا (maka bulatkanlah): Maksudnya, kuatkan dan mantapkanlah.
- كَيْدَكُمْ (tipu dayamu): Yaitu sihir dan rencana kalian.
- صَفًّا (dalam satu barisan): Yaitu bersatu padu, tidak bercerai-berai.
- اسْتَعْلَى (yang menguasai/menang): Yaitu yang mengalahkan lawannya dan lebih tinggi kedudukannya.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum Muslimin, ayat yang mulia ini mengabadikan salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan dakwah Nabi Musa 'alaihissalam. Ketika para penyihir istana Fir'aun berkumpul untuk menantang mukjizat kenabian, Allah mengabadikan perkataan mereka yang justru menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.
Dalam ayat ini, para penyihir itu saling berbisik dan bermusyawarah di antara mereka. Sebagian mereka berkata kepada yang lain: "Sesungguhnya Musa dan Harun adalah dua orang penyihir yang handal. Mereka berdua ingin mengusir kalian dari negeri kalian dengan sihir mereka, dan ingin menghilangkan tradisi sihir agung yang selama ini kalian kuasai." Maka mereka pun sepakat untuk menguatkan rencana dan tipu daya mereka, memantapkan hati, dan bersatu padu tanpa ada perselisihan di antara mereka. Kemudian mereka berkata: "Datanglah kalian dalam satu barisan yang rapi dan bersatu, lalu lemparkanlah semua yang ada di tangan kalian secara serentak dalam satu kali lemparan, agar mata manusia terpesona dan kalian dapat mengalahkan sihir Musa dan saudaranya."
Pada akhir ayat, Allah mengabadikan ucapan Fir'aun yang mencoba menyemangati para penyihirnya dengan berkata: "Sungguh beruntung dan berhasillah pada hari ini orang yang menguasai dan mengalahkan lawannya." Fir'aun mencoba menanamkan semangat persaingan dan ambisi duniawi, namun takdir Allah berkata lain. Kemenangan sejati bukan milik mereka yang berkuasa dengan kebatilan, melainkan milik para nabi dan hamba-hamba Allah yang jujur.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kita bahwa kebatilan—sehebat dan sekuat apa pun ia—pada akhirnya akan hancur oleh kebenaran. Para penyihir itu telah mengerahkan seluruh kemampuan mereka, bersatu padu dalam satu barisan, dan datang dengan penuh percaya diri. Namun ketika tongkat Nabi Musa dilemparkan, seluruh sihir mereka lenyap bagaikan buih di lautan. Allah berfirman dalam ayat lain: *"Yang benar itu datang dan yang batil itu lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap"* (Al-Isra': 81).
Ayat ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya persatuan dan kesungguhan dalam menghadapi tantangan. Kaum muslimin hendaknya bersatu padu dalam barisan yang rapi ketika menghadapi musuh-musuh Islam, baik berupa kebatilan, hawa nafsu, maupun tipu daya setan. Namun yang terpenting, kita harus yakin bahwa pertolongan Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Kemenangan sejati bukan diukur dari siapa yang lebih kuat secara lahiriah, melainkan siapa yang berada di atas kebenaran dan diridhai Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang teguh di atas kebenaran, bersatu dalam barisan kebaikan, dan memperoleh kemenangan yang hakiki di dunia dan akhirat. Aamiin.
📜 Ayat 62-66 — Taha
Terjemah — Taha 64
Surat Ayat 64/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 62–66. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








