Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- إِنْ هَذَانِ لَسَاحِرَانِ — "Sesungguhnya kedua orang ini benar-benar tukang sihir." (Kata *in* di sini bermakna *nafiyah* (negasi) yang dinasakh, atau *mukhaffafah* dari *tsaqilah*, dan *lam* pada *lasāḥirāni* adalah *lam al-qasam* untuk penguat).
- طَرِيقَتِكُمُ الْمُثْلَىٰ — "Cara hidup kalian yang paling utama" yaitu agama dan syariat kalian yang mulia, atau cara beribadah dan tradisi keagamaan yang mereka junjung tinggi.
Tafsir:
Ayat ini menggambarkan percakapan rahasia di antara para tukang sihir Fir'aun setelah mereka berkumpul untuk menghadapi Nabi Musa 'alaihissalam. Mereka saling berbisik-bisik dengan penuh kekhawatiran dan tipu daya, lalu berkata satu sama lain: "Sesungguhnya kedua orang ini—yakni Musa dan Harun—adalah benar-benar tukang sihir yang handal. Mereka berdua hendak mengusir kalian dari negeri kalian (Mesir) dengan sihir mereka, dan hendak melenyapkan cara hidup kalian yang paling mulia, yaitu agama dan keyakinan yang selama ini kalian anut dan junjung tinggi."
Mereka saling menguatkan tekad agar tidak gentar menghadapi Musa, seraya berpesan: "Kuatkanlah rencana kalian, bulatkanlah kesepakatan, lalu datanglah dalam satu barisan yang rapi, dan lemparkanlah tali serta tongkat kalian secara serentak agar mata orang-orang terpesona dan kalian dapat mengalahkan sihir Musa."
Namun perlu kita renungkan—wahai saudaraku yang dirahmati Allah—bahwa para tukang sihir itu mengira kekuatan sihir mereka mampu menandingi mukjizat kenabian. Mereka tidak menyadari bahwa yang dibawa Musa adalah kebenaran dari Allah Yang Maha Kuasa, bukan sekadar permainan tipuan mata. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita: jangan pernah meremehkan pertolongan Allah, dan jangan pula membanggakan kekuatan serta kepandaian duniawi yang fana. Sebab, kemenangan sejati hanyalah milik orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Allah.
Kisah ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya persatuan dan kesungguhan dalam menghadapi tantangan, tetapi persatuan itu harus dibangun di atas kebenaran dan keimanan, bukan di atas kebatilan. Sebagaimana para tukang sihir bersatu untuk melawan kebenaran, maka kita sebagai umat Islam hendaknya lebih bersatu lagi dalam menegakkan agama Allah dan menyebarkan kebaikan.
Dan akhirnya, kita melihat bagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala membalikkan keadaan: para tukang sihir yang awalnya datang untuk mengalahkan Musa, justru beriman kepada Allah setelah menyaksikan mukjizat yang nyata. Mereka menyadari bahwa ini bukan sihir, melainkan kebenaran dari Tuhan semesta alam. Semoga kita senantiasa diberikan hati yang terbuka untuk menerima kebenaran dan istiqamah di jalan-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 61-65 — Taha
Terjemah — Taha 63
Surat Ayat 63/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 61–65. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








