Taha · 63/135
Terjemah Transliterasi — Taha
قَالُوٓاْ إِنۡ هَٰذَٰنِ لَسَٰحِرَٰنِ يُرِيدَانِ أَن يُخۡرِجَاكُم مِّنۡ أَرۡضِكُم بِسِحۡرِهِمَا وَيَذۡهَبَا بِطَرِيقَتِكُمُ ٱلۡمُثۡلَىٰ  ۝٦٣
Qaalooo in haaazaani lasaahiraani yureedaani ai yukhrijaakum min ardikum bisihrihimaa wa yazhabaa bitareeqatikumul muslaa
📖 Arti Bahasa Indonesia
Mereka berkata: "Sesungguhnya dua orang ini adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kamu dari negeri kamu dengan sihirnya dan hendak melenyapkan kedudukan kamu yang utama.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • إِنْ هَذَانِ لَسَاحِرَانِ — "Sesungguhnya kedua orang ini benar-benar tukang sihir." (Kata *in* di sini bermakna *nafiyah* (negasi) yang dinasakh, atau *mukhaffafah* dari *tsaqilah*, dan *lam* pada *lasāḥirāni* adalah *lam al-qasam* untuk penguat).
  • طَرِيقَتِكُمُ الْمُثْلَىٰ — "Cara hidup kalian yang paling utama" yaitu agama dan syariat kalian yang mulia, atau cara beribadah dan tradisi keagamaan yang mereka junjung tinggi.

Tafsir:

Ayat ini menggambarkan percakapan rahasia di antara para tukang sihir Fir'aun setelah mereka berkumpul untuk menghadapi Nabi Musa 'alaihissalam. Mereka saling berbisik-bisik dengan penuh kekhawatiran dan tipu daya, lalu berkata satu sama lain: "Sesungguhnya kedua orang ini—yakni Musa dan Harun—adalah benar-benar tukang sihir yang handal. Mereka berdua hendak mengusir kalian dari negeri kalian (Mesir) dengan sihir mereka, dan hendak melenyapkan cara hidup kalian yang paling mulia, yaitu agama dan keyakinan yang selama ini kalian anut dan junjung tinggi."

Mereka saling menguatkan tekad agar tidak gentar menghadapi Musa, seraya berpesan: "Kuatkanlah rencana kalian, bulatkanlah kesepakatan, lalu datanglah dalam satu barisan yang rapi, dan lemparkanlah tali serta tongkat kalian secara serentak agar mata orang-orang terpesona dan kalian dapat mengalahkan sihir Musa."

Namun perlu kita renungkan—wahai saudaraku yang dirahmati Allah—bahwa para tukang sihir itu mengira kekuatan sihir mereka mampu menandingi mukjizat kenabian. Mereka tidak menyadari bahwa yang dibawa Musa adalah kebenaran dari Allah Yang Maha Kuasa, bukan sekadar permainan tipuan mata. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita: jangan pernah meremehkan pertolongan Allah, dan jangan pula membanggakan kekuatan serta kepandaian duniawi yang fana. Sebab, kemenangan sejati hanyalah milik orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Allah.

Kisah ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya persatuan dan kesungguhan dalam menghadapi tantangan, tetapi persatuan itu harus dibangun di atas kebenaran dan keimanan, bukan di atas kebatilan. Sebagaimana para tukang sihir bersatu untuk melawan kebenaran, maka kita sebagai umat Islam hendaknya lebih bersatu lagi dalam menegakkan agama Allah dan menyebarkan kebaikan.

Dan akhirnya, kita melihat bagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala membalikkan keadaan: para tukang sihir yang awalnya datang untuk mengalahkan Musa, justru beriman kepada Allah setelah menyaksikan mukjizat yang nyata. Mereka menyadari bahwa ini bukan sihir, melainkan kebenaran dari Tuhan semesta alam. Semoga kita senantiasa diberikan hati yang terbuka untuk menerima kebenaran dan istiqamah di jalan-Nya. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 61-65 — Taha

61قَالَ لَهُم مُّوسَىٰ وَيۡلَكُمۡ لَا تَفۡتَرُواْ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا فَيُسۡحِتَكُم بِعَذَابٍۖ وَقَدۡ خَابَ مَنِ ٱفۡتَرَىٰ 
Berkata Musa kepada mereka: "Celakalah kamu, janganlah kamu mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, maka Dia membinasakan kamu dengan siksa". Dan sesungguhnya telah merugi orang yang mengada-adakan kedustaan.
62فَتَنَٰزَعُوٓاْ أَمۡرَهُم بَيۡنَهُمۡ وَأَسَرُّواْ ٱلنَّجۡوَىٰ 
Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka di antara mereka dan mereka merahasiakan percakapan (mereka).
63قَالُوٓاْ إِنۡ هَٰذَٰنِ لَسَٰحِرَٰنِ يُرِيدَانِ أَن يُخۡرِجَاكُم مِّنۡ أَرۡضِكُم بِسِحۡرِهِمَا وَيَذۡهَبَا بِطَرِيقَتِكُمُ ٱلۡمُثۡلَىٰ 
Mereka berkata: "Sesungguhnya dua orang ini adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kamu dari negeri kamu dengan sihirnya dan hendak melenyapkan kedudukan kamu yang utama.
64فَأَجۡمِعُواْ كَيۡدَكُمۡ ثُمَّ ٱئۡتُواْ صَفًّاۚ وَقَدۡ أَفۡلَحَ ٱلۡيَوۡمَ مَنِ ٱسۡتَعۡلَىٰ 
Maka himpunkanlah segala daya (sihir) kamu sekalian, kemudian datanglah dengan berbaris. dan sesungguhnya beruntunglah oran yang menang pada hari ini.
65قَالُواْ يَٰمُوسَىٰٓ إِمَّآ أَن تُلۡقِيَ وَإِمَّآ أَن نَّكُونَ أَوَّلَ مَنۡ أَلۡقَىٰ 
(Setelah mereka berkumpul) mereka berkata: "Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?"
TahaIndeks Quran
135Ayat
MakkiyahRevelation
63Ayat

Terjemah — Taha 63

Surat Ayat 63/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 61–65. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu