Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Nathwi (نَطْوِي): Kami lipat atau gulung.
- As-Sijill (السِّجِلّ): Lembaran atau buku catatan amal.
- Lil-Kutub (لِلْكُتُبِ): Untuk apa yang tertulis di dalamnya.
- Awwala Khalqin (أَوَّلَ خَلْقٍ): Keadaan awal penciptaan.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, bayangkanlah sebuah hari yang agung, hari ketika seluruh alam semesta ini digulung oleh kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Pada hari itu, langit yang begitu luas dan megah akan dilipat seperti kita melipat lembaran-lembaran kertas yang berisi tulisan. Bintang-bintang, bulan, matahari, dan seluruh isi langit akan digulung rapat, tidak ada lagi cahaya yang bersinar, tidak ada lagi keindahan yang terpampang. Semuanya kembali kepada Sang Pencipta dengan mudahnya, tanpa ada satu pun yang mampu menghalangi.
Namun di tengah pemandangan yang dahsyat itu, ada kabar gembira bagi orang-orang yang beriman. Mereka tidak perlu takut, karena hari itu adalah hari yang dijanjikan untuk mereka, hari penuh kemuliaan dan balasan yang indah dari Allah. Setelah langit digulung, Allah akan membangkitkan seluruh makhluk dari kubur mereka. Manusia, jin, dan seluruh ciptaan akan dihidupkan kembali dalam keadaan yang sama seperti pertama kali mereka diciptakan. Mereka keluar dari tanah dalam keadaan telanjang, tanpa alas kaki, dan belum disunat, sebagaimana mereka dilahirkan dari perut ibu mereka. Tidak ada satu pun yang luput dari kebangkitan ini, karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan bahwa peristiwa ini bukanlah sesuatu yang mustahil atau sekadar janji kosong. Ini adalah janji yang pasti ditepati, karena Allah telah menetapkannya sebagai kewajiban atas diri-Nya. Dan sungguh, Allah Maha Mampu untuk melaksanakan apa yang Dia janjikan. Dia yang menciptakan alam semesta dari ketiadaan, tentu lebih mudah bagi-Nya untuk mengembalikannya. Kebangkitan bukanlah penciptaan baru, melainkan pengembalian kepada bentuk asal, dan itu adalah perkara yang sangat mudah bagi Allah.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku, marilah kita renungkan sejenak. Jika langit yang begitu kokoh dan luas saja mampu dilipat oleh Allah dengan mudah, maka betapa kecilnya masalah-masalah dunia yang sedang kita hadapi. Janganlah kita terlalu larut dalam kesedihan atau kegelisahan duniawi, karena semua ini hanyalah sementara. Yang kekal adalah akhirat, dan di sanalah kehidupan yang sebenarnya.
Ayat ini juga mengajarkan kita tentang keadilan Allah. Setiap amal perbuatan kita, sekecil apa pun, akan dicatat dalam lembaran (sijill) dan akan diperlihatkan pada hari itu. Maka, mari kita isi lembaran hidup kita dengan amal-amal saleh, perbanyak istighfar, jaga salat, dan berbuat baik kepada sesama. Karena pada hari langit digulung, hanya amal kitalah yang akan menjadi penolong.
Jangan pernah ragu dengan janji Allah. Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Jika Dia berjanji akan membangkitkan kita dan membalas setiap kebaikan, maka itu pasti terjadi. Maka, berbahagialah orang yang beriman, karena mereka akan menyambut hari itu dengan wajah berseri, penuh harapan akan rahmat dan kasih sayang Allah. Semoga kita semua termasuk golongan yang mendapatkan kebahagiaan abadi di surga-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 102-106 — Al-Anbiya
Terjemah — Al-Anbiya 104
Surat Al-Anbiya Ayat 104 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas.…Surat Ayat 104/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 102–106. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








